101 Anak Palestina Dibunuh Israel di Tepi Barat Tahun Ini
Sabtu, 02 Desember 2023 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah anak-anak Palestina yang dibunuh di Tepi Barat oleh tentara atau pemukim Israel tahun ini kini tiga kali lipat dari jumlah yang terbunuh pada tahun 2022, yang sebelumnya merupakan tahun paling mematikan dalam sejarah sejak tahun 2005 ketika 36 anak terbunuh. Adapun 39 anak-anak Israel dilaporkan terbunuh tahun ini.
“Jika kekerasan tidak diakhiri secara permanen, Save the Children sangat khawatir korban anak-anak dan warga sipil akan terus meningkat di wilayah Palestina,” papar kelompok hak asasi manusia tersebut dalam siaran persnya.
Baca juga: Sungguh Kejam! AS Kirim 100 Bom Penghancur Bunker BLU-109 untuk Bantu Israel Gempur Gaza
“Meningkatnya kekerasan di Gaza tercermin dari meningkatnya tindakan pengendalian dan kekerasan di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, dengan kerusuhan yang terus berlanjut membuat anak-anak putus sekolah, dan membatasi akses mereka terhadap layanan penting, termasuk layanan kesehatan,” ungkap lembaga itu.
“Anak-anak yang mencoba melintasi pos pemeriksaan di Tepi Barat juga melaporkan ponsel mereka disita dan ditahan di sistem penahanan militer berdasarkan aktivitas media sosial mereka, hal ini meningkatkan keprihatinan serius terhadap hak asasi manusia termasuk seputar kebebasan berekspresi, privasi, dan perampasan kebebasan,” papar Save the Children.
“Jika kekerasan tidak diakhiri secara permanen, Save the Children sangat khawatir korban anak-anak dan warga sipil akan terus meningkat di wilayah Palestina,” papar kelompok hak asasi manusia tersebut dalam siaran persnya.
Baca juga: Sungguh Kejam! AS Kirim 100 Bom Penghancur Bunker BLU-109 untuk Bantu Israel Gempur Gaza
“Meningkatnya kekerasan di Gaza tercermin dari meningkatnya tindakan pengendalian dan kekerasan di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, dengan kerusuhan yang terus berlanjut membuat anak-anak putus sekolah, dan membatasi akses mereka terhadap layanan penting, termasuk layanan kesehatan,” ungkap lembaga itu.
“Anak-anak yang mencoba melintasi pos pemeriksaan di Tepi Barat juga melaporkan ponsel mereka disita dan ditahan di sistem penahanan militer berdasarkan aktivitas media sosial mereka, hal ini meningkatkan keprihatinan serius terhadap hak asasi manusia termasuk seputar kebebasan berekspresi, privasi, dan perampasan kebebasan,” papar Save the Children.
Lihat Juga :