Rusia Kehilangan Kursi di Dewan Senjata Kimia PBB
Kamis, 30 November 2023 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Awal pekan ini, Lysogorsky mengatakan bahwa Moskow memiliki “bukti tak terbantahkan” bahwa Amerika Serikat (AS) dan NATO telah memasok bahan kimia beracun ke Ukraina dan sarana pengirimannya, yang menurutnya digunakan untuk menyerang “kepemimpinan [wilayah] baru yang bergabung dengan Rusia.”
Letnan Jenderal Igor Kirillov, kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Kimia, dan Biologi Rusia, mengungkapkan pada hari Selasa bahwa setidaknya 15 orang tewas dalam 17 insiden keracunan bahan kimia yang ia salahkan pada militer Ukraina. Ukraina membantah telah mengembangkan atau menggunakan senjata kimia.
Moskow sebelumnya telah memunculkan kekhawatiran bahwa Washington akan mendominasi OPCW. Pada bulan Februari, duta besar Rusia untuk organisasi tersebut menentang laporan tentang dugaan serangan kimia tahun 2018 di Suriah, dan menggambarkan laporan tersebut penuh dengan inkonsistensi dan kesenjangan faktual.
"Tim Investigasi dan Identifikasi (IIT) yang menghasilkan laporan tersebut sama sekali tidak sah,” kata Alexander Shulgin, yang menuduh AS dan sekutunya berupaya melemahkan prinsip-prinsip hukum internasional dan menggantinya dengan “aturan yang dibuat-buat.”
Baca Juga: Perang Terus Berkobar, Rusia Tolak Gencatan Senjata dengan Ukraina
Letnan Jenderal Igor Kirillov, kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Kimia, dan Biologi Rusia, mengungkapkan pada hari Selasa bahwa setidaknya 15 orang tewas dalam 17 insiden keracunan bahan kimia yang ia salahkan pada militer Ukraina. Ukraina membantah telah mengembangkan atau menggunakan senjata kimia.
Moskow sebelumnya telah memunculkan kekhawatiran bahwa Washington akan mendominasi OPCW. Pada bulan Februari, duta besar Rusia untuk organisasi tersebut menentang laporan tentang dugaan serangan kimia tahun 2018 di Suriah, dan menggambarkan laporan tersebut penuh dengan inkonsistensi dan kesenjangan faktual.
"Tim Investigasi dan Identifikasi (IIT) yang menghasilkan laporan tersebut sama sekali tidak sah,” kata Alexander Shulgin, yang menuduh AS dan sekutunya berupaya melemahkan prinsip-prinsip hukum internasional dan menggantinya dengan “aturan yang dibuat-buat.”
Baca Juga: Perang Terus Berkobar, Rusia Tolak Gencatan Senjata dengan Ukraina
(ian)
Lihat Juga :