Warga AS Tak Masuk Daftar Sandera yang Dibebaskan Hamas, Ini Respons Biden

Sabtu, 25 November 2023 - 20:46 WIB
loading...
Warga AS Tak Masuk Daftar...
Warga AS tak masuk daftar kelompok sandera yang bibebaskan Hamas pada Jumat. Presiden Joe Biden mengaku tak tahu kapan warganya akan dibebaskan oleh Hamas. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Kelompok Hamas pada hari Jumat membebaskan 24 sandera yang telah mereka tawan selama lebih dari enam minggu dengan Israel. Namun warga asal Amerika Serikat (AS) tidak diikutsertakan dalam putaran pertama pembebasan sandera.

Gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas disepakati berlaku empat hari mulai Jumat pagi waktu setempat ketika kelompok sandera pertama dibebaskan.

Gelombang pertama sandera yang dibebaskan termasuk 13 warga Israel yang ditawan di Gaza sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober. Sisanya adalah 10 warga Thailand dan satu warga Filipina.

Baca Juga: Jenderal Israel Tak Ingin Rusia Terlibat dalam Perang Gaza, Ini Alasannya

Sebagai imbalannya, 39 tahanan asal Palestina dibebaskan dari penjara-penjara Israel.

Qatar menjadi negosiator utama pertukaran sandera dan tahanan tersebut. AS juga ikut berperan dalam negosiasi.

“Melalui koordinasi dengan kementerian pemerintah dan otoritas keamanan, kami telah bersiap untuk segera menerima para sandera yang dibebaskan dan memberi mereka semua dukungan yang diperlukan,” kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menjelang pembebasan 13 sandera asal Israel pada Jumat.

“Kami telah menyiapkan beberapa lokasi yang didedikasikan untuk penerimaan awal mereka, termasuk perbekalan medis yang diperlukan. Setelah penerimaan awal dan perawatan medis, mereka akan melanjutkan ke rumah sakit di mana mereka akan bertemu kembali dengan keluarga mereka.”

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden memuji pembebasan dua lusin sandera yang telah ditawan oleh Hamas selama lebih dari enam minggu. Namun Biden mengaku tidak tahu kapan sandera asal AS akan dibebaskan.

Biden mengatakan bahwa diplomasi AS yang luas, dan mediasi oleh negara-negara regional seperti Qatar dan Mesir, membantu mewujudkan pembebasan para sandera pada hari Jumat.

“Ini baru permulaan, namun sejauh ini berjalan dengan baik,” kata Biden.

“Pembebasan hari ini adalah awal dari sebuah proses. Kami memperkirakan lebih banyak sandera yang akan dibebaskan besok, dan lebih banyak lagi pada hari berikutnya, dan lebih banyak lagi pada hari berikutnya,” ujarnya, seperti dikutip Washington Times, Sabtu (25/11/2023).

Hamas telah menyandera sekitar 240 orang sejak 7 Oktober, ketika mereka melancarkan serangan terhadap Israel yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel.

Biden mengakui bahwa warga Amerika masih termasuk di antara mereka yang ditahan oleh Hamas di Gaza.

“Kami tidak tahu kapan hal itu [pembebasan sandera AS] akan terjadi tetapi kami memperkirakan hal itu akan terjadi,” katanya. “Ini adalah harapan dan harapan saya bahwa hal itu akan segera terjadi.”

Dua warga Amerika dari wilayah Chicago—Judith Ranaan (59), dan putrinya; Natalie (17)—dibebaskan oleh Hamas akhir bulan lalu. Hingga hari Jumat kemarin, mereka adalah dua sandera asal AS yang dibebaskan oleh Hamas sejak serangan 7 Oktober.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Kesepakatan Damai AS-Iran...
Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB
Rekomendasi
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved