Partai Anti-Islam Menang Pemilu, Muslim Belanda Ketar-ketir
Jum'at, 24 November 2023 - 01:37 WIB
loading...
A
A
A
“Tetapi untuk mulai mencari solusi yang mengatasi kekhawatiran warga negara dan baik bagi pengungsi,” imbuhnya.
Meskipun kemungkinan Wilders menjadi perdana menteri Belanda berikutnya masih kecil, fakta bahwa begitu banyak pemilih yang mendukungnya sungguh mengecewakan, kata Mustafa Ayranci dari asosiasi pekerja Turki HTIB.
“Rakyat Belanda sudah mengeluarkan pernyataan. Kita harus menghormatinya,” katanya kepada kantor berita Belanda ANP.
Ayranci mengatakan jika Wilders mendapatkan dukungan yang cukup untuk membentuk koalisi dengan mayoritas parlemen, dia akan mengamati apakah pemimpin sayap kanan itu akan menepati janjinya, yang dibuat menjelang pemilu, untuk bertindak sebagai perdana menteri untuk seluruh rakyat Belanda.
Harapannya, katanya, adalah bahwa dia tidak hanya akan menjadi perdana menteri Jan dan Piet, tetapi juga Mustafa dan Ahmed.
Mohammed Aknin, seorang pemimpin Muslim terkemuka di kota Tilburg, mengatakan dia menghabiskan Rabu malamnya untuk menerima pesan-pesan WhatsApp dari anggota masyarakat yang khawatir.
“Orang-orang takut, misalnya, akan ada larangan jilbab dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Apa yang terjadi selanjutnya hanyalah dugaan siapa pun, katanya kepada lembaga penyiaran publik Omroep Brabant.
“Rubah mungkin kehilangan rambutnya, tapi tidak dengan kelicikannya,” katanya.
“Selama 20 tahun terakhir dia sudah jelas dalam apa yang dia pikirkan. Kami hanya harus menunggu dan melihat apa yang bisa dia lakukan selanjutnya,” tukasnya.
Baca Juga: Exit Poll: Partai Anti-Islam Menangkan Pemilu Parlemen Belanda
Meskipun kemungkinan Wilders menjadi perdana menteri Belanda berikutnya masih kecil, fakta bahwa begitu banyak pemilih yang mendukungnya sungguh mengecewakan, kata Mustafa Ayranci dari asosiasi pekerja Turki HTIB.
“Rakyat Belanda sudah mengeluarkan pernyataan. Kita harus menghormatinya,” katanya kepada kantor berita Belanda ANP.
Ayranci mengatakan jika Wilders mendapatkan dukungan yang cukup untuk membentuk koalisi dengan mayoritas parlemen, dia akan mengamati apakah pemimpin sayap kanan itu akan menepati janjinya, yang dibuat menjelang pemilu, untuk bertindak sebagai perdana menteri untuk seluruh rakyat Belanda.
Harapannya, katanya, adalah bahwa dia tidak hanya akan menjadi perdana menteri Jan dan Piet, tetapi juga Mustafa dan Ahmed.
Mohammed Aknin, seorang pemimpin Muslim terkemuka di kota Tilburg, mengatakan dia menghabiskan Rabu malamnya untuk menerima pesan-pesan WhatsApp dari anggota masyarakat yang khawatir.
“Orang-orang takut, misalnya, akan ada larangan jilbab dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Apa yang terjadi selanjutnya hanyalah dugaan siapa pun, katanya kepada lembaga penyiaran publik Omroep Brabant.
“Rubah mungkin kehilangan rambutnya, tapi tidak dengan kelicikannya,” katanya.
“Selama 20 tahun terakhir dia sudah jelas dalam apa yang dia pikirkan. Kami hanya harus menunggu dan melihat apa yang bisa dia lakukan selanjutnya,” tukasnya.
Baca Juga: Exit Poll: Partai Anti-Islam Menangkan Pemilu Parlemen Belanda
(ian)
Lihat Juga :