Mantan Kepala Intelijen Saudi Sebut Perang Gaza Jadi Titik Balik untuk Solusi Adil bagi Palestina
Minggu, 19 November 2023 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Bulan ini, seorang menteri Israel mengatakan bahwa menjatuhkan bom atom di Gaza adalah “salah satu pilihan” untuk menghadapi kelompok militan tersebut.
“Ancaman nuklir Israel merupakan undangan terbuka bagi negara-negara lain di kawasan ini untuk mengambil opsi ini,” kata Pangeran Turki. “Kita harus merenungkan kecerobohan Israel dan tidak membiarkannya berlalu tanpa perhitungan.”
Pangeran Turki mengingatkan hadirin di Dialog Manama Institut Internasional untuk Studi Strategis di ibu kota Bahrain bahwa konflik tersebut tidak dimulai ketika Hamas melanggar pertahanan Israel bulan lalu, melainkan memiliki sejarah panjang, “sebagian besar dalam bentuk serangan terhadap warga Palestina. ”
Ia juga menyoroti kemunafikan dan standar ganda di beberapa negara yang mengklaim sebagai “penjaga tatanan internasional berbasis aturan, demokrasi, hak asasi manusia, dan hukum internasional.”
Pangeran Turki, yang pernah menjadi diplomat utama Saudi di AS dan Inggris, mengatakan solusi konflik memerlukan pendekatan kolektif.
“Kita semua telah gagal dalam menyelesaikan masalah ini dan tanggung jawab ada pada kita semua untuk menemukan solusinya,” katanya. Dia menambahkan bahwa dunia lebih sadar akan penderitaan rakyat Palestina dan kekejaman pendudukan Israel yang terus berlanjut. .
Mantan duta besar Saudi itu juta mengatakan bahwa tidak ada kekurangan ide dan inisiatif untuk perdamaian tetapi “semuanya berhenti di pihak Israel karena dukungan yang tak tergoyahkan dari AS dan Eropa, oleh karena itu semua inisiatif menjadi sia-sia.”
“Ancaman nuklir Israel merupakan undangan terbuka bagi negara-negara lain di kawasan ini untuk mengambil opsi ini,” kata Pangeran Turki. “Kita harus merenungkan kecerobohan Israel dan tidak membiarkannya berlalu tanpa perhitungan.”
Pangeran Turki mengingatkan hadirin di Dialog Manama Institut Internasional untuk Studi Strategis di ibu kota Bahrain bahwa konflik tersebut tidak dimulai ketika Hamas melanggar pertahanan Israel bulan lalu, melainkan memiliki sejarah panjang, “sebagian besar dalam bentuk serangan terhadap warga Palestina. ”
Ia juga menyoroti kemunafikan dan standar ganda di beberapa negara yang mengklaim sebagai “penjaga tatanan internasional berbasis aturan, demokrasi, hak asasi manusia, dan hukum internasional.”
Pangeran Turki, yang pernah menjadi diplomat utama Saudi di AS dan Inggris, mengatakan solusi konflik memerlukan pendekatan kolektif.
“Kita semua telah gagal dalam menyelesaikan masalah ini dan tanggung jawab ada pada kita semua untuk menemukan solusinya,” katanya. Dia menambahkan bahwa dunia lebih sadar akan penderitaan rakyat Palestina dan kekejaman pendudukan Israel yang terus berlanjut. .
Mantan duta besar Saudi itu juta mengatakan bahwa tidak ada kekurangan ide dan inisiatif untuk perdamaian tetapi “semuanya berhenti di pihak Israel karena dukungan yang tak tergoyahkan dari AS dan Eropa, oleh karena itu semua inisiatif menjadi sia-sia.”
Lihat Juga :