Drone dan Rudal Burkan Hizbullah Membuat Tentara Israel Makin Ketakutan
Sabtu, 18 November 2023 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
Dalam konflik yang sedang berlangsung di Lebanon selatan, Hizbullah dan Israel terutama mengandalkan drone, sebuah faktor yang memainkan peran minimal dalam perang terakhir mereka pada tahun 2006.
Selain itu, rudal Burkan yang canggih telah diperkenalkan untuk pertama kalinya.
Riad Kahwaji, yang mengepalai Institut Analisis Militer Timur Dekat dan Teluk (INEGMA) di Dubai, menyatakan bahwa Hizbullah telah meluncurkan empat rudal Burkan, masing-masing membawa hulu ledak melebihi 100 kilogram.
Kahwaji, berbicara kepada Asharq Al-Awsat, menjelaskan bahwa Hizbullah menggunakan drone bunuh diri untuk melakukan serangan dan spionase, dan menyoroti bahwa taktik serangan terkoordinasi, yang diluncurkan dari berbagai lini, adalah pedang bermata dua, yang menciptakan target tambahan bagi Israel.
Menurut Kahwaji, Hizbullah saat ini berusaha berperang dengan gaya militer konvensional, sehingga menempatkan mereka pada posisi yang tidak menguntungkan karena Israel memiliki keunggulan udara, sehingga memungkinkan mereka untuk memantau pergerakan anggota partai dan menyebabkan lebih banyak korban di antara para anggotanya.
Sementara itu, Hizbullah dan Israel saling menembakkan roket dan rudal di daerah dekat perbatasan Lebanon-Israel pada Sabtu (18/11/2023). Hizbullah yang didukung Iran mengatakan pihaknya menembak jatuh sebuah drone Israel di dekat perbatasan pada Sabtu dini hari. Militer Israel mengatakan pihaknya mencegat rudal yang ditembakkan ke pesawat tak berawak Israel. Reuters tidak dapat memverifikasi kedua pernyataan tersebut.
Para pejabat Lebanon mengatakan serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan di kawasan industri dekat kota Nabatieh, salah satu serangan Israel terdalam di wilayah Lebanon sejak pertempuran dimulai bulan lalu. Militer Israel tidak segera mengomentari insiden tersebut.
Selain itu, rudal Burkan yang canggih telah diperkenalkan untuk pertama kalinya.
Riad Kahwaji, yang mengepalai Institut Analisis Militer Timur Dekat dan Teluk (INEGMA) di Dubai, menyatakan bahwa Hizbullah telah meluncurkan empat rudal Burkan, masing-masing membawa hulu ledak melebihi 100 kilogram.
Kahwaji, berbicara kepada Asharq Al-Awsat, menjelaskan bahwa Hizbullah menggunakan drone bunuh diri untuk melakukan serangan dan spionase, dan menyoroti bahwa taktik serangan terkoordinasi, yang diluncurkan dari berbagai lini, adalah pedang bermata dua, yang menciptakan target tambahan bagi Israel.
Menurut Kahwaji, Hizbullah saat ini berusaha berperang dengan gaya militer konvensional, sehingga menempatkan mereka pada posisi yang tidak menguntungkan karena Israel memiliki keunggulan udara, sehingga memungkinkan mereka untuk memantau pergerakan anggota partai dan menyebabkan lebih banyak korban di antara para anggotanya.
Sementara itu, Hizbullah dan Israel saling menembakkan roket dan rudal di daerah dekat perbatasan Lebanon-Israel pada Sabtu (18/11/2023). Hizbullah yang didukung Iran mengatakan pihaknya menembak jatuh sebuah drone Israel di dekat perbatasan pada Sabtu dini hari. Militer Israel mengatakan pihaknya mencegat rudal yang ditembakkan ke pesawat tak berawak Israel. Reuters tidak dapat memverifikasi kedua pernyataan tersebut.
Para pejabat Lebanon mengatakan serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan di kawasan industri dekat kota Nabatieh, salah satu serangan Israel terdalam di wilayah Lebanon sejak pertempuran dimulai bulan lalu. Militer Israel tidak segera mengomentari insiden tersebut.
Lihat Juga :