Israel Gunakan Tentara Bayaran dalam Invasi darat ke Gaza, Kenapa?
Jum'at, 17 November 2023 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi saya datang demi ekonomi, demi uang. Mereka membayar dengan sangat baik, mereka menawarkan peralatan bagus dan pekerjaannya tenang. Biayanya USD4187 atau Rp64 juta per minggu, belum termasuk misi pelengkap,” katanya tentang motifnya bergabung dengan pasukan Israel.
Pedro Diaz Flores sebelumnya berperang bersama neo-Nazi di Ukraina setelah Rusia memulai operasi militer khusus di wilayah Donbas di negara itu tahun lalu.
“Kami hanya memberikan dukungan keamanan kepada konvoi senjata atau pasukan angkatan bersenjata Israel yang berada di Jalur Gaza. Kami tidak melawan Hamas secara langsung, kami juga tidak terlibat dalam operasi penyerangan,” klaimnya.
“Kami bertanggung jawab atas keamanan pos pemeriksaan dan kontrol akses di perbatasan Gaza dan Yordania. Ada banyak PMC (perusahaan militer swasta) di sini dan mereka berbagi pekerjaan. Secara tradisional mereka menjaga terminal perbatasan antara Eliat dan Aqaba,” tambahnya.
Hal ini terjadi ketika muncul spekulasi bulan lalu bahwa tentara bayaran yang ditempatkan di Ukraina mulai bergabung dengan militer Israel, seiring dengan beralihnya fokus Barat dari Ukraina ke Israel.
Pedro Diaz Flores sebelumnya berperang bersama neo-Nazi di Ukraina setelah Rusia memulai operasi militer khusus di wilayah Donbas di negara itu tahun lalu.
“Kami hanya memberikan dukungan keamanan kepada konvoi senjata atau pasukan angkatan bersenjata Israel yang berada di Jalur Gaza. Kami tidak melawan Hamas secara langsung, kami juga tidak terlibat dalam operasi penyerangan,” klaimnya.
“Kami bertanggung jawab atas keamanan pos pemeriksaan dan kontrol akses di perbatasan Gaza dan Yordania. Ada banyak PMC (perusahaan militer swasta) di sini dan mereka berbagi pekerjaan. Secara tradisional mereka menjaga terminal perbatasan antara Eliat dan Aqaba,” tambahnya.
Hal ini terjadi ketika muncul spekulasi bulan lalu bahwa tentara bayaran yang ditempatkan di Ukraina mulai bergabung dengan militer Israel, seiring dengan beralihnya fokus Barat dari Ukraina ke Israel.
Lihat Juga :