Erdogan Sebut Israel Negara Teroris karena Genosida Gaza, Netanyahu Marah

Kamis, 16 November 2023 - 07:15 WIB
loading...
Erdogan Sebut Israel...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebut Israel sebagai negara teroris karena melakukan genosida di Gaza, Palestina. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marah atas komentar Erdogan. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Israel adalah negara teroris karena melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza. Dia juga menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai sosok yang "telah selesai" atau kehilangan harapan.

Dalam sambutannya di pertemuan kelompok Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Ankara, Erdogan juga menantang Netanyahu untuk mengungkapkan apakah Israel memiliki senjata nuklir, sebelum menambahkan bahwa persenjataan semacam itu tidak akan membantu negara Yahudi tersebut.

Erdogan melancarkan beberapa serangan pribadi terhadap pemimpin Israel tersebut, mengeklaim bahwa Netanyahu pasti akan kehilangan jabatannya terlepas dari bagaimana permusuhan di Gaza terjadi.

Baca Juga: Ramalan Sheikh Yassin Negara Israel Lenyap 2027 dan 3 Tanda-tandanya

“Kami melihat Netanyahu diapit oleh para menteri selama konferensi persnya. Dia pikir para menteri ini akan menyelamatkannya. Netanyahu sudah selesai,” kata Erdogan.

Dalam pidatonya, Erdogan menegaskan penilaiannya terhadap konflik di Gaza sebagai genosida yang dilakukan Israel. "Mereka yang tetap bungkam terhadap operasi Israel di wilayah kantong Palestina dan tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan adalah yang terlibat dalam kejahatan tersebut sama seperti para pelakunya,” katanya.

"Israel berpegang pada strategi penghancuran total kota dan penduduknya. Mereka secara brutal melancarkan teror negara, dengan sengaja membom warga sipil yang melarikan diri. Saya katakan secara terbuka, dengan hati yang jernih, bahwa Israel adalah negara teroris," paparnya.

"Türki akan berusaha untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional,” kata Erdogan, mengulangi ancaman Ankara untuk mengajukan gugatan ke badan tersebut.

Meskipun negara tersebut tidak dapat melakukannya secara langsung, mengingat negara tersebut tidak pernah meratifikasi Statuta Roma yang membentuk pengadilan tersebut, badan-badan pemerintah dan LSM dapat memberi tahu Kantor Jaksa ICC tentang dugaan kejahatan perang dan meminta penyelidikan.

Komentar Erdogan membuat Netanyahu marah. Dia berbalik mengatakan bahwa Türki adalah sponsor sebenarnya terorisme dan tidak berhak menceramahi siapa pun.

“Dia menyebut Israel sebagai negara teroris, namun nyatanya mendukung negara teroris Hamas,” kata Netanyahu, seperti dikutip RT, Kamis (16/11/2023).

"Dia sendiri yang mengebom desa-desa Turki di dalam perbatasannya—kami tidak akan menerima ceramah darinya," kesal Netanyahu.

Komentar balasan Netanyahu itu merujuk pada perang Ankara terhadap separatis Kurdi baik di wilayah Turki maupun di luar negeri selama bertahun-tahun. Bulan lalu, mereka melancarkan serangkaian serangan udara terhadap suku Kurdi di Suriah dan Irak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Ibtihal Aboussad Dipecat...
Ibtihal Aboussad Dipecat Microsoft karena Menentang Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved