AS akan Ajukan Resolusi DK PBB Perpanjang Embargo Senjata Iran
Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:14 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, AS akan memperkenalkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) , Mike Pompeo mengatakan, AS akan memperkenalkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran . Embargo senjata terhadap Iran akan berakhir bulan Oktober mendatang.
Pompeo mengatakan, tindakan itu sangat masuk akal dan bersumpah dengan satu atau lain cara, AS akan melakukan hal yang benar, yakni mencegah Iran untuk mendapatkan senjata.
"Kami akan memastikan embargo senjata diperpanjang," ucap Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (6/8/2020). ( Lihat foto: Badai Tropis Isaias Berujung Tornado Hantam Amerika Serikat )
Pompeo mengatakan, akan ada negara-negara yang berbaris untuk menjual senjata Iran yang akan mengguncang Timur Tengah dan menempatkan Israel, Eropa dalam risiko, serta mempertaruhkan nyawa warga AS.
Misi DK PBB adalah untuk memastikan perdamaian dan keamanan internasional. DK PBB akan melecehkan misi itu jika mengizinkan sejumlah negara sponsor terorisme untuk membeli dan menjual senjata secara bebas," ujarnya.
Pompeo mengatakan, tindakan itu sangat masuk akal dan bersumpah dengan satu atau lain cara, AS akan melakukan hal yang benar, yakni mencegah Iran untuk mendapatkan senjata.
"Kami akan memastikan embargo senjata diperpanjang," ucap Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (6/8/2020). ( Lihat foto: Badai Tropis Isaias Berujung Tornado Hantam Amerika Serikat )
Pompeo mengatakan, akan ada negara-negara yang berbaris untuk menjual senjata Iran yang akan mengguncang Timur Tengah dan menempatkan Israel, Eropa dalam risiko, serta mempertaruhkan nyawa warga AS.
Misi DK PBB adalah untuk memastikan perdamaian dan keamanan internasional. DK PBB akan melecehkan misi itu jika mengizinkan sejumlah negara sponsor terorisme untuk membeli dan menjual senjata secara bebas," ujarnya.
Lihat Juga :