Riwayat Provokasi Israel di Masjid Al Aqsa yang Memicu Operasi Badai Al Aqsa dari Hamas
Rabu, 15 November 2023 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Beralih ke awal 1983, Israel dan Amerika Serikat membentuk satu kelompok ekstremis baru. Tujuannya adalah membangun kuil baru untuk menggantikan Masjid Al Aqsa di kemudian hari.
Sekitar setahun berselang, dua orang Yahudi menerobos kompleks Masjid Al Aqsa. Mereka membawa bahan peledak dan berniat untuk mengebom salah satu bagian bangunan tersebut.
Pada 11 Maret 1997, penasihat hukum pemerintah Israel mengeluarkan kebijakan baru. Dalam putusannya, mereka mengizinkan orang Yahudi untuk menjalankan kegiatan ibadah di Masjid Al Aqsa, namun dengan koordinasi bersama polisi Israel.
Beberapa bulan berselang, Israel diketahui tengah mempersiapkan rencana penghancuran istana Umayyah di sekitar Masjid Al Aqsa. Tak hanya itu, mereka juga berniat memperluas Tembok Ratapan.
Pada 20 September 2000, Ariel Sharon menyambangi Masjid Al Aqsa. Kehadirannya ini memicu kontroversi karena membawa banyak pasukan keamanan.
Aksi provokasi tersebut memunculkan gelombang Intifada Aqsa. Beberapa hari setelahnya, pasukan keamanan Israel terlibat bentrok dan melukai puluhan orang.
Pada April 2001, Israel membangun sebuah museum Yahudi di dekat Masjid Al Aqsa. Kurang dari sebulan berselang, Ariel Sharon selaku PM Israel membentuk komite guna mempersiapkan mekanisme yang memungkinkan orang Yahudi dan turis asing masuk ke Masjid Al Aqsa.
Beralih ke 2003, pernah ada sebuah perusahaan Israel yang memasang label bergambar Masjid Al Aqsa pada produk minuman keras.
Pada April 2005, Presiden Moshe Katsav meminta agar umat Yahudi diizinkan masuk Masjid Al Aqsa sebagaimana aksesnya menyambangi Masjid Ibrahimi di Hebron.
12 Oktober 2008, otoritas Israel membuka sinagoga baru di tanah wakaf Islam. Letaknya sekitar 50 meter dari kompleks Masjid Al Aqsa. Beberapa tahun berselang, menyusul dibukanya sinagoga Hurva.
Pada Mei 2010, polisi Israel mengizinkan seorang rabi Haredi untuk menjalankan ritual keagamaan Yahudi di Al Aqsa.
Sekitar setahun berselang, dua orang Yahudi menerobos kompleks Masjid Al Aqsa. Mereka membawa bahan peledak dan berniat untuk mengebom salah satu bagian bangunan tersebut.
3. 1990-an
Pada 11 Maret 1997, penasihat hukum pemerintah Israel mengeluarkan kebijakan baru. Dalam putusannya, mereka mengizinkan orang Yahudi untuk menjalankan kegiatan ibadah di Masjid Al Aqsa, namun dengan koordinasi bersama polisi Israel.
Beberapa bulan berselang, Israel diketahui tengah mempersiapkan rencana penghancuran istana Umayyah di sekitar Masjid Al Aqsa. Tak hanya itu, mereka juga berniat memperluas Tembok Ratapan.
4. 2000-2005
Pada 20 September 2000, Ariel Sharon menyambangi Masjid Al Aqsa. Kehadirannya ini memicu kontroversi karena membawa banyak pasukan keamanan.
Aksi provokasi tersebut memunculkan gelombang Intifada Aqsa. Beberapa hari setelahnya, pasukan keamanan Israel terlibat bentrok dan melukai puluhan orang.
Pada April 2001, Israel membangun sebuah museum Yahudi di dekat Masjid Al Aqsa. Kurang dari sebulan berselang, Ariel Sharon selaku PM Israel membentuk komite guna mempersiapkan mekanisme yang memungkinkan orang Yahudi dan turis asing masuk ke Masjid Al Aqsa.
Beralih ke 2003, pernah ada sebuah perusahaan Israel yang memasang label bergambar Masjid Al Aqsa pada produk minuman keras.
Pada April 2005, Presiden Moshe Katsav meminta agar umat Yahudi diizinkan masuk Masjid Al Aqsa sebagaimana aksesnya menyambangi Masjid Ibrahimi di Hebron.
5. 2006-2010
12 Oktober 2008, otoritas Israel membuka sinagoga baru di tanah wakaf Islam. Letaknya sekitar 50 meter dari kompleks Masjid Al Aqsa. Beberapa tahun berselang, menyusul dibukanya sinagoga Hurva.
Pada Mei 2010, polisi Israel mengizinkan seorang rabi Haredi untuk menjalankan ritual keagamaan Yahudi di Al Aqsa.
Lihat Juga :