Macron Desak Tentara Israel Berhenti Bunuh Bayi-bayi Gaza, Netanyahu Marah
Senin, 13 November 2023 - 13:26 WIB
loading...
Wilayah Jalur Gaza, Palestina, hancur dibombardir militer Israel. Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak tentara Zionis berhenti membunuh bayi-bayi Palestina di Gaza dengan pengeboman. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Presiden Prancis Emmanuel Macron membuat para pemimpin Israel, termasuk Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, marah atas komentarnya yang mendesak tentara Zionis berhenti membunuh bayi-bayi Palestina di Gaza dengan pengeboman.
Netanyahu menuduh Macron melakukan “kesalahan serius, secara faktual dan moral.” Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan bahwa pernyataan Macron menyebabkan banyak penderitaan dan kekecewaan di Israel.
Kantor Herzog pada hari Minggu mengatakan pemimpin Prancis tersebut memulai panggilan telepon dengan presiden Israel untuk mengklarifikasi posisinya. ”Dengan mengatakan bahwa dia tidak bermaksud menuduh Israel dengan sengaja melukai warga sipil yang tidak bersalah,” bunyi pernyataan kantor Herzog, seperti dikutip RT, Senin (13/11/2023).
Baca Juga: Komandan Tank Tempur Israel Ini Dihabisi Sniper Hamas di Gaza
Macron juga menegaskan kembali dukungannya terhadap hak Israel untuk membela diri dan komitmennya untuk menjamin pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza, dan menjelaskan bahwa komentarnya “dibuat sehubungan dengan situasi kemanusiaan”.
Herzog meyakinkan Macron bahwa militer Israel mengambil semua tindakan yang mungkin dilakukan untuk mencegah kerugian terhadap warga sipil yang tidak bersalah dan mengalihkan kesalahan atas kematian warga sipil Gaza kepada Hamas.
Pada hari Jumat, Macron mengatakan kepada BBC bahwa dia dengan jelas mengutuk serangan Hamas terhadap Israel. “Namun, secara de facto—saat ini—warga sipil dibom, bayi-bayi ini, wanita-wanita ini, orang-orang tua ini dibom dan dibunuh,” kata Macron.
“Tidak ada alasan untuk melakukan hal tersebut dan tidak ada legitimasi,” lanjut Marcon, mendesak militer Israel untuk berhenti.
Netanyahu menuduh Macron melakukan “kesalahan serius, secara faktual dan moral.” Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan bahwa pernyataan Macron menyebabkan banyak penderitaan dan kekecewaan di Israel.
Kantor Herzog pada hari Minggu mengatakan pemimpin Prancis tersebut memulai panggilan telepon dengan presiden Israel untuk mengklarifikasi posisinya. ”Dengan mengatakan bahwa dia tidak bermaksud menuduh Israel dengan sengaja melukai warga sipil yang tidak bersalah,” bunyi pernyataan kantor Herzog, seperti dikutip RT, Senin (13/11/2023).
Baca Juga: Komandan Tank Tempur Israel Ini Dihabisi Sniper Hamas di Gaza
Macron juga menegaskan kembali dukungannya terhadap hak Israel untuk membela diri dan komitmennya untuk menjamin pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza, dan menjelaskan bahwa komentarnya “dibuat sehubungan dengan situasi kemanusiaan”.
Herzog meyakinkan Macron bahwa militer Israel mengambil semua tindakan yang mungkin dilakukan untuk mencegah kerugian terhadap warga sipil yang tidak bersalah dan mengalihkan kesalahan atas kematian warga sipil Gaza kepada Hamas.
Pada hari Jumat, Macron mengatakan kepada BBC bahwa dia dengan jelas mengutuk serangan Hamas terhadap Israel. “Namun, secara de facto—saat ini—warga sipil dibom, bayi-bayi ini, wanita-wanita ini, orang-orang tua ini dibom dan dibunuh,” kata Macron.
“Tidak ada alasan untuk melakukan hal tersebut dan tidak ada legitimasi,” lanjut Marcon, mendesak militer Israel untuk berhenti.
Lihat Juga :