10.569 Warga Gaza Tewas Dibom Israel, Pejabat AS: Bisa Jadi Lebih Banyak Lagi
Jum'at, 10 November 2023 - 03:12 WIB
loading...
A
A
A
“Jujur saja, menurut kami angkanya sangat tinggi, dan bisa jadi angkanya bahkan lebih tinggi dari yang disebutkan,” ujarnya, seperti dikutip The Hill, Kamis (9/11/2023).
“Kami mengambil sumber dari berbagai orang yang ada di lapangan,” imbuh Leaf. “Saya tidak bisa menetapkan angka tertentu, mungkin saja angkanya lebih tinggi dari yang dilaporkan.”
Komentar Leaf bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Joe Biden bulan lalu, yang mengatakan dia “tidak percaya” pada angka-angka yang diberikan pihak Palestina.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa Kementerian Kesehatan Gaza “hanya kedok Hamas”.
“Kami tidak bisa menganggap remeh apa pun yang keluar dari Hamas, termasuk apa yang disebut sebagai ‘Kementerian Kesehatan’,” kata Kirby pada konferensi pers Gedung Putih pada 26 Oktober lalu.
AS dilaporkan telah meminta Israel untuk menghindari pembunuhan terhadap warga sipil, namun sebuah artikel di New York Times pekan lalu mengungkapkan bahwa para pejabat Israel “percaya bahwa jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar adalah harga yang dapat diterima dalam kampanye militer tersebut”, membandingkan operasi di Gaza dengan pengeboman di Jerman dan Jepang dalam Perang Dunia II.
“Kami mengambil sumber dari berbagai orang yang ada di lapangan,” imbuh Leaf. “Saya tidak bisa menetapkan angka tertentu, mungkin saja angkanya lebih tinggi dari yang dilaporkan.”
Komentar Leaf bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Joe Biden bulan lalu, yang mengatakan dia “tidak percaya” pada angka-angka yang diberikan pihak Palestina.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa Kementerian Kesehatan Gaza “hanya kedok Hamas”.
“Kami tidak bisa menganggap remeh apa pun yang keluar dari Hamas, termasuk apa yang disebut sebagai ‘Kementerian Kesehatan’,” kata Kirby pada konferensi pers Gedung Putih pada 26 Oktober lalu.
AS dilaporkan telah meminta Israel untuk menghindari pembunuhan terhadap warga sipil, namun sebuah artikel di New York Times pekan lalu mengungkapkan bahwa para pejabat Israel “percaya bahwa jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar adalah harga yang dapat diterima dalam kampanye militer tersebut”, membandingkan operasi di Gaza dengan pengeboman di Jerman dan Jepang dalam Perang Dunia II.
Lihat Juga :