China Unggul di Tenaga Surya, Namun Penggunaan Batu Baranya Picu Kekhawatiran

Kamis, 09 November 2023 - 08:48 WIB
loading...
A A A

Turbin Angin dan Panel Surya


Di provinsi Shandong, pusat industri berat di semenanjung antara Beijing dan Shanghai, keputusan energi China terlihat jelas. Panel surya yang diselingi turbin angin raksasa membentang hingga ke pantai utara provinsi tersebut.

Lebih banyak turbin angin dan panel surya menghiasi lereng bukit dan ladang jagung di pedalaman. Di atap rumah dan terkadang di dinding menara apartemen yang menghadap ke selatan, instalasi panel surya menyerap energi matahari.

Produsen tenaga surya di Shandong menghasilkan begitu banyak listrik di siang hari, melebihi permintaan, sehingga mereka terkadang harus membayar jaringan transmisi provinsi untuk menerimanya. Mereka melakukannya untuk terus mengumpulkan subsidi pemerintah berdasarkan berapa kilowatt per jam yang mereka produksi.

Dalam beberapa hal, China telah mencapai kemajuan lebih jauh dalam mengatasi perubahan iklim dibandingkan perkiraan siapa pun beberapa tahun lalu. Xi Jinping mengumumkan pada Desember 2020 bahwa China berencana meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga angin dan surya hingga tiga kali lipat pada 2030.

China berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut akhir tahun depan, kata Frank Haugwitz, seorang konsultan industri tenaga surya yang berspesialisasi dalam data China. Para pejabat China bisa saja mengumumkan ambisi energi terbarukan yang lebih besar ketika mereka sudah mendekati target yang ditetapkan.

Namun, para pejabat AS lebih peduli dengan pengembangan batu bara di China, dan kemungkinan besar tidak akan memuji janji-janji baru mengenai energi ramah lingkungan yang tidak dibarengi langkah-langkah agresif untuk mengekang emisi karbon dioksida.

Karena besarnya China, tenaga surya dan angin di sana mungkin tidak cukup untuk mengatasi perubahan iklim jika negara tersebut tidak beralih dari batu bara, kata para pakar iklim.

"Sulit untuk mencoba memajukan tujuan (mengatasi perubahan iklim) secara global jika tidak difokuskan pada batu bara," kata John Kerry di Beijing pada musim panas ini.

Dia mengatakan AS dan China sepakat bahwa negara-negara dunia harus mengurangi konsumsi batu bara dengan kecepatan yang lebih cepat, namun bukan pada seberapa cepat hal tersebut harus dilakukan.

Para pejabat China membela pembangkit listrik tenaga batu bara karena diperlukan untuk keamanan energi nasional. Negara ini mengimpor sebagian besar minyak dan gas alamnya, namun memiliki cadangan batu bara terbesar.

Pemerintah China mengatakan bahwa pembangkit listrik tenaga batu baranya dirancang untuk meminimalkan emisi secara keseluruhan, dan memungkinkan penggunaan lebih banyak energi terbarukan.

Pemerintah China mewajibkan agar pembangkit listrik tenaga batu bara baru tidak lagi didesain untuk beroperasi pada kapasitas penuh. Pembangkit listrik batu bara di China harus memiliki kapasitas untuk meningkatkan dan menurunkan produksi listrik mereka demi mengimbangi lonjakan serta penurunan energi terbarukan.

China juga telah melakukan retrofit pada hampir semua pembangkit listrik tua untuk memberikan fleksibilitas serupa, kata Zhang Jianyu, direktur eksekutif BRI International Green Development Institute, sebuah kelompok lingkungan hidup di Beijing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Mama Firda Bagikan 5...
Mama Firda Bagikan 5 Tips Membuat Konten Review Makanan yang Disukai Netizen
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Berita Terkini
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved