Hamas Sendirian Melawan Israel di Gaza, Presiden Palestina Diultimatum Rakyatnya
Selasa, 07 November 2023 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak ada waktu untuk banyak bicara pada saat pembantaian pendudukan (Israel) di Jalur Gaza. Tidak ada waktu untuk banyak bicara pada saat pertumpahan darah di Gaza. Tidak ada waktu untuk berkata-kata ketika anak-anak dan perempuan kami di Gaza dibunuh. Tidak ada waktu untuk berkata-kata lagi karena generasi muda kita dibunuh di Tepi Barat,” imbuh pernyataan kelompok tersebut.
Media-media Palestina membenarkan bahwa pernyataan kelompok itu berisi ultimatum 24 jam kepada Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas untuk tidak tinggal diam.
“Kami tetap bersabar terhadap kejahatan pendudukan. Kami tetap bersabar dengan kesunyian dan ketidakberdayaan kami..Dengan menjalankan perintah (resmi) sementara kami dicabik-cabik setiap hari dan setiap menit oleh gambar anak-anak dan perempuan yang dimutilasi (di Gaza)," lanjut pernyataan kelompok tersebut.
Kalimat-kalimat terakhir ultimatum itu bernada keras, yang berbunyi: “Kami mengumumkan, mulai hari ini, bahwa kepemimpinan Palestina menghadapi tanggung jawab bersejarah untuk menyatakan konfrontasi penuh terhadap kejahatan pendudukan (Israel)."
“Saudara Abu Mazen [Mahmoud Abbas] memiliki waktu 24 jam untuk mengambil posisi yang jelas, mengumumkan konfrontasi penuh terhadap pendudukan, menggunakan segala cara, dan mengecam pernyataan yang dibuat oleh penjahat [Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony) Blinken. Kemudian, dia tidak memiliki wewenang atas kami, dan tidak ada cabang (keamanan PA) yang akan mengikuti perintah dan menerima instruksi," imbuh ultimatum tersebut.
Kelompok tersebut mengidentifikasi dirinya sebagai “sejumlah individu dari cabang keamanan Palestina”.
Media-media Palestina membenarkan bahwa pernyataan kelompok itu berisi ultimatum 24 jam kepada Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas untuk tidak tinggal diam.
“Kami tetap bersabar terhadap kejahatan pendudukan. Kami tetap bersabar dengan kesunyian dan ketidakberdayaan kami..Dengan menjalankan perintah (resmi) sementara kami dicabik-cabik setiap hari dan setiap menit oleh gambar anak-anak dan perempuan yang dimutilasi (di Gaza)," lanjut pernyataan kelompok tersebut.
Kalimat-kalimat terakhir ultimatum itu bernada keras, yang berbunyi: “Kami mengumumkan, mulai hari ini, bahwa kepemimpinan Palestina menghadapi tanggung jawab bersejarah untuk menyatakan konfrontasi penuh terhadap kejahatan pendudukan (Israel)."
“Saudara Abu Mazen [Mahmoud Abbas] memiliki waktu 24 jam untuk mengambil posisi yang jelas, mengumumkan konfrontasi penuh terhadap pendudukan, menggunakan segala cara, dan mengecam pernyataan yang dibuat oleh penjahat [Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony) Blinken. Kemudian, dia tidak memiliki wewenang atas kami, dan tidak ada cabang (keamanan PA) yang akan mengikuti perintah dan menerima instruksi," imbuh ultimatum tersebut.
Kelompok tersebut mengidentifikasi dirinya sebagai “sejumlah individu dari cabang keamanan Palestina”.
Lihat Juga :