40.000 Milisi Hamas dan Terowongan Jebakan Bisa Bikin Pasukan Israel Frustrasi

Minggu, 05 November 2023 - 00:20 WIB
loading...
40.000 Milisi Hamas...
Hamas memiliki 40.000 milisi dan terowongan jebakan yang bisa bikin pasukan Israel frustrasi dalam perang di Gaza, Palestina. Foto/via REUTERS
A A A
GAZA - Hamas telah bersiap menghadapi perang yang panjang dan berlarut-larut di Jalur Gaza dan yakin mereka dapat menahan kemajuan pasukan Israel cukup lama untuk memaksa musuh bebuyutannya itu menyetujui gencatan senjata. Demikian disampaikan dua sumber yang dekat dengan pimpinan organisasi tersebut.

Hamas, yang menguasai Gaza—wilayah kantong Palestina—telah menimbun senjata, rudal, makanan dan pasokan medis, menurut sumber tersebut, yang menolak disebutkan namanya karena sensitifnya situasi.

Sumber itu mengatakan kepada Reuters, Sabtu (4/11/2023), bahwa Hamas yakin ribuan pejuangnya dapat bertahan selama berbulan-bulan di kota yang memiliki terowongan yang dibuat jauh di bawah tanah dan membuat pasukan Israel frustrasi dengan taktik gerilya perkotaan.

Pada akhirnya, lanjut sumber itu, Hamas percaya bahwa tekanan internasional terhadap Israel akan mengakhiri pengepungan Gaza ketika jumlah korban sipil meningkat. Itu dapat memaksa dilakukannya gencatan senjata dan penyelesaian yang dinegosiasikan yang akan membuat Hamas mendapatkan konsesi nyata seperti pembebasan ribuan tahanan Palestina dengan imbalan pembebasan sandera Israel.

Baca Juga: Ketika Para Bos Taliban Bungkam saat Gaza Dibombardir Israel

Hamas telah menjelaskan kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel melalui negosiasi penyanderaan tidak langsung yang dimediasi Qatar bahwa mereka ingin memaksakan pembebasan tahanan dengan imbalan sandera. Itu menurut empat pejabat Hamas, seorang pejabat regional, dan seseorang yang dekat dengan Gedung Putih.

Dalam jangka panjang, Hamas mengatakan mereka ingin mengakhiri blokade Israel selama 17 tahun terhadap Gaza, serta menghentikan perluasan permukiman Israel dan apa yang dianggap warga Palestina sebagai tindakan keras pasukan keamanan Israel di Masjid al-Aqsa, masjid paling suci bagi umat Islam di Yerusalem.

Pada hari Kamis, para ahli PBB menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza, dan mengatakan bahwa warga Palestina di sana menghadapi “risiko besar terjadinya genosida”. Banyak ahli melihat krisis ini semakin meningkat, tanpa adanya akhir yang jelas bagi kedua belah pihak.

“Misi untuk menghancurkan Hamas tidak mudah dicapai,” kata Marwan Al-Muasher, mantan menteri luar negeri dan wakil perdana menteri Yordania yang kini bekerja untuk Carnegie Endowment for International Peace di Washington.

"Tidak ada solusi militer terhadap konflik ini. Kita berada dalam masa-masa kelam. Perang ini tidak akan berlangsung singkat."

Israel telah mengerahkan senjata udara dalam jumlah besar sejak serangan 7 Oktober, di mana Hamas keluar dari Jalur Gaza ke Israel, menewaskan 1.400 warga dan menyandera 239 orang.

Jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 9.000 orang, dan kekerasan yang terjadi setiap hari memicu protes di seluruh dunia atas penderitaan lebih dari 2 juta warga Gaza yang terjebak di daerah kantong kecil tersebut, banyak di antaranya tanpa air, makanan, atau listrik.

Serangan udara Israel menghantam kamp pengungsi yang padat di Gaza pada hari Selasa, menewaskan sedikitnya 50 warga Palestina dan seorang komandan Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk memusnahkan Hamas dan menolak seruan gencatan senjata. Para pejabat Israel mengatakan mereka tidak punya ilusi tentang apa yang mungkin terjadi dan menuduh para agen bersembunyi di belakang warga sipil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved