Siapa yang Harus Memerintah Jalur Gaza Agar Wilayah Stabil? Ada 3 Skenario
Sabtu, 04 November 2023 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
“Yang perlu diingat, pasukan penjaga perdamaian MFO di Sinai bekerja dengan baik karena kedua belah pihak, Israel dan Mesir, berkomitmen menjaga perdamaian di antara mereka,” ungkap Litvak. Situasi di Gaza nampaknya jauh lebih rumit.
Saat AS memperdebatkan skenario pasca-perang di Gaza, Bartal mengatakan ada tiga skenario yang mungkin terjadi seiring dengan pecahnya perang Israel-Hamas.
Israel menduduki seluruh Jalur Gaza dan menegakkan kekuasaan militer dengan bantuan elemen lokal di Jalur Gaza, dengan atau tanpa Otoritas Palestina.
Sebanyak 240 orang yang diculik Hamas bisa saja dibebaskan oleh Israel atau tewas selama konflik. Skenario ini akan menjadi “kemenangan nyata” bagi Israel.
“Perang akan berhenti di tengah-tengah,” dengan Israel menguasai wilayah utara Gaza, sementara Hamas akan menguasai wilayah selatan.
Israel akan memulai negosiasi dengan Hamas mengenai nasib 240 korban penculikan. “Dalam skenario ini, bahkan jika gencatan senjata tercapai, hal itu tidak akan bertahan lama dan pertempuran akan berlanjut seiring dengan berbagai insiden di perbatasan,” ungkap pensiunan Letkol itu.
Israel menarik diri ke perbatasan internasional. Perjanjian gencatan senjata ditandatangani dengan Hamas, dan 240 tahanan yang diculik dikembalikan dalam kesepakatan.
Namun, menurut Bartal, ini akan menjadi “kekalahan serius bagi Israel,” karena tidak ada yang bisa mencegah Hamas memulai perang baru. Skenario ini membuat Hamas semakin percaya diri dalam menghadapi militer Israel.
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melanjutkan operasi militernya melawan Hamas jauh di dalam Jalur Gaza.
Pasukan dan tank Israel bergerak lebih jauh ke Jalur Gaza ketika Tel Aviv menyatakan perang terhadap pejuang Palestina setelah serangan 7 Oktober 2023.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya di Gaza?
Saat AS memperdebatkan skenario pasca-perang di Gaza, Bartal mengatakan ada tiga skenario yang mungkin terjadi seiring dengan pecahnya perang Israel-Hamas.
1. Israel Menduduki Jalur Gaza
Israel menduduki seluruh Jalur Gaza dan menegakkan kekuasaan militer dengan bantuan elemen lokal di Jalur Gaza, dengan atau tanpa Otoritas Palestina.
Sebanyak 240 orang yang diculik Hamas bisa saja dibebaskan oleh Israel atau tewas selama konflik. Skenario ini akan menjadi “kemenangan nyata” bagi Israel.
2. Jalur Gaza Terbagi Dua
“Perang akan berhenti di tengah-tengah,” dengan Israel menguasai wilayah utara Gaza, sementara Hamas akan menguasai wilayah selatan.
Israel akan memulai negosiasi dengan Hamas mengenai nasib 240 korban penculikan. “Dalam skenario ini, bahkan jika gencatan senjata tercapai, hal itu tidak akan bertahan lama dan pertempuran akan berlanjut seiring dengan berbagai insiden di perbatasan,” ungkap pensiunan Letkol itu.
3. Israel Mundur ke Perbatasan Internasional
Israel menarik diri ke perbatasan internasional. Perjanjian gencatan senjata ditandatangani dengan Hamas, dan 240 tahanan yang diculik dikembalikan dalam kesepakatan.
Namun, menurut Bartal, ini akan menjadi “kekalahan serius bagi Israel,” karena tidak ada yang bisa mencegah Hamas memulai perang baru. Skenario ini membuat Hamas semakin percaya diri dalam menghadapi militer Israel.
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melanjutkan operasi militernya melawan Hamas jauh di dalam Jalur Gaza.
Pasukan dan tank Israel bergerak lebih jauh ke Jalur Gaza ketika Tel Aviv menyatakan perang terhadap pejuang Palestina setelah serangan 7 Oktober 2023.
(sya)
Lihat Juga :