alexa snippet

Manuver AS-Korsel Berlanjut meski di Ambang Perang dengan Korut

Manuver AS-Korsel Berlanjut meski di Ambang Perang dengan Korut
Tentara Amerika Serikat dan Korea Selatan saat menjalani latihan perang gabungan di dekat zona demiliterisasi. Foto/REUTERS/Kim Hong-ji
A+ A-
SEOUL - Latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) akan berlanjut seperti yang direncanakan pada bulan Agustus meskipun Washington di ambang perang dengan Korea Utara (Korut).

Manuver gabungan bertajuk “Ulchi-Freedom Guardian” diadakan setiap tahun dan menyebabkan kemarahan Pyongyang yang meminta pasukannya untuk siap perang.

Pejabat militer Korsel kepada AP mengatakan, latihan perang 2017 sudah direncanakan sebelum memanasnya krisis Semananjung Korea. Latihan perang gabungan tidak akan dijadwal ulang.

Menurut pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim tersebut, latihan yang akan berlangsung antara 21 hingga 31 Agustus, akan dimulai tanpa penundaan.

Departemen terkait AS mengatakan, sekitar 40.000 tentara Amerika dan Korea Selatan akan bergabung dengan relawan sipil dalam latihan militer gabungan tahunan.  Latihan itu mencakup manuver di darat, laut dan udara.

Seoul dan Washington telah menggambarkan latihan perang “Ulchi-Freedom Guardian” sebagai upaya pencegahan terhadap tindakan agresif Korut.

Korea Selatan saat ini menampung hampir 35.000 tentara Amerika, yang merupakan kontingen militer AS terbesar ketiga di negara asing setelah di Jepang dan Jerman.

Pada hari Kamis lalu, militer AS juga memulai latihan militer lainnya bersama pasukan Jepang lain di wilayah tersebut, bekerja sama dengan rekan-rekannya di Jepang.

Latihan dengan nama “Northern Viper 17” ini akan ditutup pada 28 Agustus mendatang. Setidaknya, 3.500 tentara gabungan Washington dan Tokyo ambil bagian dalam misi yang berlangsung di kawasan Hokkaido itu. Sekitar 18 pesawat militer juga ikut dikerahkan.



(mas)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top