Israel Merudal RS Gaza Tewaskan 500 Orang: 'Ini Genosida, Kejahatan Perang, Pembantaian'
Rabu, 18 Oktober 2023 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
“Orang-orang meninggalkan rumah mereka karena berpikir bahwa rumah mereka lebih berbahaya dan mereka pindah ke sekolah dan rumah sakit agar aman. Dan dalam satu menit, mereka semua terbunuh di rumah sakit.”
Menurut Shehadah, jumlah korban tewas dikhawatirkan bisa mencapai lebih dari 1.000 orang. “Ini adalah pembantaian,” ujarnya.
Rumah Sakit Baptis Al-Ahli dijalankan oleh Keuskupan Episkopal Yerusalem, sebuah denominasi Kristen Anglikan. Kehancurannya dikecam antara lain oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mesir, Qatar dan Türki.
Namun Israel membantah menyerang rumah sakit tersebut. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari mengatakan: “Serangan roket musuh dilakukan terhadap Israel, yang melewati sekitar rumah sakit ketika diserang.”
“Menurut informasi intelijen, dari beberapa sumber yang kami miliki, organisasi Jihad Islam bertanggung jawab atas kegagalan penembakan yang menimpa rumah sakit tersebut,” ujar Hagari.
Klaim yang sama juga disuarakan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tak lama kemudian.
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh bersikeras bahwa kebrutalan yang dilakukan Israel menegaskan “kekalahan” mereka pada tanggal 7 Oktober, dan mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS)-lah yang pada akhirnya harus disalahkan.
Menurut Shehadah, jumlah korban tewas dikhawatirkan bisa mencapai lebih dari 1.000 orang. “Ini adalah pembantaian,” ujarnya.
Rumah Sakit Baptis Al-Ahli dijalankan oleh Keuskupan Episkopal Yerusalem, sebuah denominasi Kristen Anglikan. Kehancurannya dikecam antara lain oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mesir, Qatar dan Türki.
Namun Israel membantah menyerang rumah sakit tersebut. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari mengatakan: “Serangan roket musuh dilakukan terhadap Israel, yang melewati sekitar rumah sakit ketika diserang.”
“Menurut informasi intelijen, dari beberapa sumber yang kami miliki, organisasi Jihad Islam bertanggung jawab atas kegagalan penembakan yang menimpa rumah sakit tersebut,” ujar Hagari.
Klaim yang sama juga disuarakan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tak lama kemudian.
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh bersikeras bahwa kebrutalan yang dilakukan Israel menegaskan “kekalahan” mereka pada tanggal 7 Oktober, dan mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS)-lah yang pada akhirnya harus disalahkan.
Lihat Juga :