Korut Dijatuhi Sanksi, China Siap Tanggung Risiko

Selasa, 08 Agustus 2017 - 08:54 WIB
Korut Dijatuhi Sanksi,...
Korut Dijatuhi Sanksi, China Siap Tanggung Risiko
A A A
BEIJING - China akan membayar dengan harga yang cukup besar atas sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut) yang dijatuhi PBB karena punya hubungan ekonomi yang erat. Meski begitu, Beijing berkomitmen untuk selalu menerapkan resolusi tersebut.

Demikian yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Menurut Yi, resolusi baru tersebut menunjukkan bahwa China dan masyarakat internasional bersikap oposisi terhadap uji coba rudal Korut.

"Karena hubungan ekonomi tradisional China dengan Korut, China akan membayar harganya untuk menerapkan resolusi tersebut," bunyi pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China dikutip dari Reuters, Selasa (8/8/2017)

"Tapi untuk melindungi sistem non-proliferasi internasional dan perdamaian dan stabilitas regional, China akan seperti sebelum sepenuhnya dan benar-benar menerapkan seluruh isi resolusi yang relevan," sambung pernyataan itu mengutip pernyataan Yi dalam forum regional di Manila, Filipina.

China telah berulang kali mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberlakukan resolusi PBB yang semakin sulit terhadap Korut, meskipun juga mengatakan apa yang dikatakannya sebagai perdagangan "normal" dan warga Korut biasa tidak akan terpengaruh.

Yi mengatakan bahwa terlepas dari sanksi baru tersebut, resolusi tersebut juga menjelaskan bahwa proses perundingan enam pihak, mekanisme dialog yang macet dengan Korut yang juga mencakup Rusia dan Jepang, harus dimulai kembali.

"Itu adalah janji bahwa semua anggota Dewan Keamanan akan membuat, termasuk China, Rusia dan Amerika Serikat, dan yang seharusnya dilakukan," kata Yi menambahkan.

Ia mengatakan China sepenuhnya menghargai komentar awal bulan ini oleh Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson, bahwa AStidak berusaha untuk menggulingkan pemerintah Korut dan ingin berdialog dengan Pyongyang di beberapa titik.

Yi mengatakan janji Tillerson "Four Nos" adalah sinyal positif. "China berharap Korut dapat menggemakan sinyal ini dari AS", Yi menambahkan.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara pada hari Sabtu yang dapat memangkas pendapatan ekspor tahunannya sebesar $ 3 miliar sampai sepertiga.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
28 menit yang lalu
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
56 menit yang lalu
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
3 jam yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
3 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
4 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
10 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved