Apakah Hak Sejarah Israel Menjajah Palestina Bisa Dibenarkan? Ini Kata Para Pakar

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 05:45 WIB
loading...
Apakah Hak Sejarah Israel...
Seorang tentara Yahudi Israel berdoa sambil berdiri di atas tank, di perbatasan Jalur Gaza. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Hak sejarah Israel untuk menjajah Palestina adalah konsep yang kompleks dan kontroversial. Lantas pertanyaannya, apakah hak sejarah itu sah atau tidak?

Dalam kasus konflik Israel-Palestina, Israel mengklaim hak sejarah atas tanah Palestina berdasarkan Alkitab. Alkitab menyatakan tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan kepada umat Yahudi oleh Tuhan.

Namun, klaim ini ditentang oleh banyak orang, termasuk para sejarawan dan pakar hukum internasional. Mereka berpendapat klaim hak sejarah Israel tidak didukung oleh bukti sejarah yang kuat.

Menurut sejarawan, orang-orang Yahudi tidak pernah menjadi mayoritas di Palestina sebelum tahun 1948.

Mereka juga berpendapat orang Yahudi tidak pernah memiliki kedaulatan penuh atas wilayah tersebut.

Pakar hukum internasional juga berpendapat hak sejarah tidak dapat digunakan untuk membenarkan pendudukan atau penjajahan.

Mereka berpendapat pendudukan suatu negara atas wilayah lain tanpa persetujuan dari negara yang diduduki adalah pelanggaran hukum internasional.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan hak sejarah Israel atas tanah Palestina adalah klaim yang lemah. Klaim ini tidak didukung oleh bukti sejarah yang kuat dan bertentangan dengan hukum internasional.

Selain itu, tidak ada pembenaran yang sah secara kemanusiaan untuk menjajah orang lain. Penjajahan adalah pelanggaran hak asasi manusia yang menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi rakyat yang diduduki.

Oleh karena itu, pendudukan Israel atas tanah Palestina adalah tindakan yang tidak sah dan tidak adil.

Pendapat Para Pakar dan Lembaga Dunia


Berikut adalah beberapa pakar hukum internasional yang menentang hak sejarah Israel terhadap tanah Palestina:

1. Thomas Franck


Profesor hukum internasional di Columbia Law School Thomas Franck berpendapat hak sejarah tidak dapat digunakan untuk membenarkan pendudukan.

Dia menyatakan, "Hak sejarah adalah konsep yang kabur dan tidak dapat diverifikasi yang tidak dapat digunakan untuk membenarkan pelanggaran hukum internasional."

2. Ruth Wedgwood


Ruth Wedgwood, profesor hukum internasional di Yale Law School, berpendapat klaim hak sejarah Israel tidak didukung oleh bukti sejarah yang kuat.

Dia menegaskan, "Klaim hak sejarah Israel didasarkan pada interpretasi yang bias dan tidak akurat dari Alkitab."

3. Richard Falk


Richard Falk, profesor hukum internasional di Princeton University, berpendapat pendudukan Israel atas tanah Palestina adalah pelanggaran hukum internasional dan klaim hak sejarah Israel tidak dapat digunakan untuk membenarkan pelanggaran tersebut.

4. Perserikatan Bangsa-Bangsa


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan beberapa resolusi yang mengutuk pendudukan Israel atas tanah Palestina.

Resolusi-resolusi tersebut menyatakan pendudukan tersebut melanggar hukum internasional dan Israel harus segera menarik pasukannya dari wilayah yang diduduki.

5. Organisasi Kerja Sama Islam


Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) telah mengeluarkan beberapa resolusi yang mendukung hak-hak rakyat Palestina, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.

6. Liga Arab


Liga Arab telah mengeluarkan beberapa resolusi yang mengutuk pendudukan Israel atas tanah Palestina.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan hak sejarah Israel terhadap tanah Palestina adalah klaim yang lemah dan tidak didukung oleh hukum internasional.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Gabung Misi Global Sumud...
Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved