AS: Operasi Badai al-Aqsa Hamas untuk Ganggu Normalisasi Arab Saudi-Israel
Senin, 09 Oktober 2023 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bulan lalu bahwa dia yakin negaranya berada di titik puncak perdamaian dengan Arab Saudi, dan memperkirakan hal itu dapat membentuk kembali Timur Tengah yang baru.
Arab Saudi, rumah bagi dua tempat suci umat Islam, telah lama menegaskan hak warga Palestina untuk menjadi negara sebagai syarat bagi dirinya untuk mengakui Israel—sesuatu yang telah lama ditentang oleh banyak anggota koalisi agama nasionalis Netanyahu.
Amerika mengatakan pada hari Minggu bahwa upaya normalisasi Arab Saudi-Israel harus terus berlanjut meskipun ada serangan terbaru.
“Kami pikir kedua negara akan berkepentingan untuk terus mengupayakan kemungkinan ini,” kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Jon Finer kepada Fox News Sunday, yang dilansir Senin (9/10/2023).
Blinken menambahkan Amerika Serikat juga telah mencatat laporan beberapa orang Amerika yang terbunuh dan diculik di Israel dan Washington sedang memverifikasi rincian dan angkanya.
“Kami mendapat laporan bahwa beberapa orang Amerika terbunuh. Kami bekerja lembur untuk memverifikasi hal itu,” kata Blinken.
Arab Saudi, rumah bagi dua tempat suci umat Islam, telah lama menegaskan hak warga Palestina untuk menjadi negara sebagai syarat bagi dirinya untuk mengakui Israel—sesuatu yang telah lama ditentang oleh banyak anggota koalisi agama nasionalis Netanyahu.
Amerika mengatakan pada hari Minggu bahwa upaya normalisasi Arab Saudi-Israel harus terus berlanjut meskipun ada serangan terbaru.
“Kami pikir kedua negara akan berkepentingan untuk terus mengupayakan kemungkinan ini,” kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Jon Finer kepada Fox News Sunday, yang dilansir Senin (9/10/2023).
Blinken menambahkan Amerika Serikat juga telah mencatat laporan beberapa orang Amerika yang terbunuh dan diculik di Israel dan Washington sedang memverifikasi rincian dan angkanya.
“Kami mendapat laporan bahwa beberapa orang Amerika terbunuh. Kami bekerja lembur untuk memverifikasi hal itu,” kata Blinken.
Lihat Juga :