Azerbaijan Ogah Berunding dengan Armenia Tanpa Presiden Turki

Kamis, 05 Oktober 2023 - 17:40 WIB
loading...
Azerbaijan Ogah Berunding...
Kendaraan yang membawa pengungsi dari Nagorno-Karabakh, wilayah yang dihuni etnis Armenia, mengantri di jalan menuju perbatasan Armenia, di Nagorno-Karabakh, 25 September 2023. Foto/REUTERS
A A A
BAKU - Azerbaijan tidak akan menghadiri perundingan dengan Armenia yang diselenggarakan Uni Eropa (UE) yang dijadwalkan berlangsung di kota Granada, Spanyol, pada Kamis (5/10/2023).

Kantor berita APA melaporkan, pembicaraan lima arah tersebut rencananya akan diadakan di sela-sela pertemuan Komunitas Politik Eropa, dan akan dihadiri perwakilan Perancis, Jerman, dan UE.

Baku mengutip “suasana anti-Azerbaijan” yang diklaim akan merusak perundingan karena ketidakhadiran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Pemimpin Turki tersebut diduga dilarang mengikuti diskusi tersebut, dan Perancis serta Jerman khususnya menentang keterlibatannya,” ungkap APA melaporkan pada Rabu.

Mengutip sejumlah sumber, Bloomberg melaporkan pada hari yang sama bahwa Erdogan membatalkan rencana perjalanannya ke pertemuan Komunitas Politik Eropa karena jadwalnya yang padat.

Kantor kepresidenan Turki tidak mengomentari masalah ini.

“Alasannya adalah posisi Perancis yang destruktif serta penolakan Paris dan Berlin terhadap partisipasi Turki,” ujar seorang sumber diplomatik kepada media Azerbaijan. “Pihak Azerbaijan menolak mengambil bagian dalam perundingan dalam keadaan seperti itu.”

Baca juga: Profil Ilham Aliyev, Presiden Azerbaijan yang Menolak Bertemu PM Armenia

Menurut APA, Azerbaijan secara khusus mempermasalahkan peran Prancis dalam negosiasi tersebut.

Paris jelas-jelas mengambil sikap pro-Armenia, menurut APA, mengutip pernyataan baru-baru ini dari menteri pertahanan dan luar negeri Prancis serta keputusan Paris memasok senjata ke Yerevan.

Pada Selasa, Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna mengatakan selama kunjungan ke Yerevan bahwa, “Prancis telah setuju menjalin kontrak masa depan dengan Armenia untuk pengiriman peralatan militer guna memungkinkan Armenia mempertahankan diri.”

Menlu Prancis menambahkan, “Ada hal-hal (lain) yang dapat kami lakukan terhadap Armenia,” namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Akhir pekan lalu, Menteri Pertahanan Prancis Sebastien Lecornu mengatakan kepada Franceinfo bahwa misi pertahanan yang baru dibentuk di Kedutaan Besar Prancis di Yerevan akan terlibat dalam aktivitas sehari-hari dengan angkatan bersenjata Armenia untuk “menilai kebutuhan mereka, khususnya dalam hal pertahanan dan perlindungan.”

Pembicaraan di Granada dijadwalkan berlangsung setelah Azerbaijan mengambil alih wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan, sehingga memicu eksodus massal penduduk etnis Armenia setempat.

Wilayah tersebut memisahkan diri dari Azerbaijan pada tahun 1990-an, memicu sengketa wilayah yang berlangsung selama beberapa dekade dan menyebabkan Armenia mendukung Nagorno-Karabakh.

Pada tahun 2020, Azerbaijan memenangkan kembali sebagian besar wilayah Nagorno-Karabakh dalam pertempuran selama sebulan yang berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Moskow dan pasukan penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah tersebut.

Sejak itu, pemerintahan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan berulang kali menegaskan kembali kedaulatan Azerbaijan atas Nagorno-Karabakh, hanya untuk menyalahkan Rusia atas kekalahan mereka dan mengajukan tawaran kepada NATO.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved