Armenia Gabung ICC, Kremlin: Keputusan yang Salah
Rabu, 04 Oktober 2023 - 01:17 WIB
loading...
A
A
A
Peskov menolak pembenaran yang ditawarkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk bergabung sepenuhnya dengan perjanjian tersebut.
Moskow menganggap ICC sebagai badan yang bias secara politik dan menyalahgunakan mandatnya atas nama negara-negara Barat. Pada bulan Maret, badan yang bermarkas di Den Haag tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dua pejabat Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, atas dugaan penculikan anak-anak Ukraina, yang dianggap tidak masuk akal oleh Moskow.
Armenia menandatangani Statuta Roma pada tahun 1999, namun menangguhkan ratifikasinya pada tahun 2004, karena dokumen tersebut dianggap tidak sesuai dengan konstitusi negara. Proses aksesi dilanjutkan pada akhir tahun 2022 setelah bentrokan perbatasan yang mematikan dengan negara tetangga Azerbaijan.
Baca Juga: Pukulan Telak Buat Putin, Sekutu Rusia Ini Gabung ICC
Yerevan mengklaim bahwa Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), sebuah blok pertahanan regional yang mencakup Rusia, gagal membela Armenia selama bentrokan tahun lalu ketika negara tersebut menolak melakukan intervensi militer dan memilih melakukan upaya deeskalasi.
Moskow menganggap ICC sebagai badan yang bias secara politik dan menyalahgunakan mandatnya atas nama negara-negara Barat. Pada bulan Maret, badan yang bermarkas di Den Haag tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dua pejabat Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, atas dugaan penculikan anak-anak Ukraina, yang dianggap tidak masuk akal oleh Moskow.
Armenia menandatangani Statuta Roma pada tahun 1999, namun menangguhkan ratifikasinya pada tahun 2004, karena dokumen tersebut dianggap tidak sesuai dengan konstitusi negara. Proses aksesi dilanjutkan pada akhir tahun 2022 setelah bentrokan perbatasan yang mematikan dengan negara tetangga Azerbaijan.
Baca Juga: Pukulan Telak Buat Putin, Sekutu Rusia Ini Gabung ICC
Yerevan mengklaim bahwa Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), sebuah blok pertahanan regional yang mencakup Rusia, gagal membela Armenia selama bentrokan tahun lalu ketika negara tersebut menolak melakukan intervensi militer dan memilih melakukan upaya deeskalasi.
Lihat Juga :