Selundupkan Sperma, Pria Palestina Jadi Ayah meski Berada di Penjara Israel
Senin, 03 Agustus 2020 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
"Kami sekarang melihat Milad. Walid Daqqa melihat Anda sekarang. Kami mengiriminya semua cinta dan berkah di Penjara Gilboa," lanjut komentator tersebut, yang dilansir The Jerusalem Post, Senin (3/8/2020). (Baca: Pengangguran Meningkat, Warga Israel Ramai-ramai Donor Sperma )
Istrinya, Sana'a Daqqa, mengatakan dalam program televisi itu; "Walid sebenarnya membebaskan dirinya dari penjara dengan kelahiran Milad...Ini adalah kemenangan dan tantangan terbesar...Saya ingin berterima kasih kepada PA TV, dan Anda (pembaca acara) Samer, karena tanpa PA TV Walid tidak akan bisa mengikuti dan melihat kelahiran Milad."
Dalam program ini, PA TV juga mewawancarai istri Nasr Abu Hmeid. Dia adalah anggota Taznim—salah satu faksi Fatah Palestina—yang saat ini menjalani lima hukuman seumur hidup berturut-turut karena terlibat dalam transaksi senjata dan dua serangan teror yang menewaskan satu orang di lingkungan Neve Yaakov Yerusalem dan secara terpisah di Pasar Makanan Laut serta Mifgash Hasteak di Tel Aviv, yang mengakibatkan pembunuhan tiga orang lainnya pada awal 2002.
“Topik kita hari ini sedikit aneh, membuat sedih dan bahagia pada saat yang sama; Sperma diselundupkan, yang melewati stasiun aneh dan dimulai dengan langkah pertama dan paling sulit, yaitu penyelundupan sperma ini keluar dari penjara...Kemudian pos pemeriksaan setelah pos pemeriksaan dan sperma melakukan perjalanan melalui kota dan desa sampai mencapai klinik medis yang berspesialisasi dalam inseminasi," kata pembawa acara PA TV pada program bertanggal 24 Juli.
"Itu dimasukkan istri narapidana, diselundupkan ke pagar (penjara) untuk menciptakan kehamilan. Istri tahanan heroik itu membawa dalam kandungannya anak masa depan, salah satu harapan Palestina," lanjut dia.
"Dia sangat senang memiliki seorang putra yang menentang orang Yahudi," imbuh pembawa acara PA TV.
Istrinya, Sana'a Daqqa, mengatakan dalam program televisi itu; "Walid sebenarnya membebaskan dirinya dari penjara dengan kelahiran Milad...Ini adalah kemenangan dan tantangan terbesar...Saya ingin berterima kasih kepada PA TV, dan Anda (pembaca acara) Samer, karena tanpa PA TV Walid tidak akan bisa mengikuti dan melihat kelahiran Milad."
Dalam program ini, PA TV juga mewawancarai istri Nasr Abu Hmeid. Dia adalah anggota Taznim—salah satu faksi Fatah Palestina—yang saat ini menjalani lima hukuman seumur hidup berturut-turut karena terlibat dalam transaksi senjata dan dua serangan teror yang menewaskan satu orang di lingkungan Neve Yaakov Yerusalem dan secara terpisah di Pasar Makanan Laut serta Mifgash Hasteak di Tel Aviv, yang mengakibatkan pembunuhan tiga orang lainnya pada awal 2002.
“Topik kita hari ini sedikit aneh, membuat sedih dan bahagia pada saat yang sama; Sperma diselundupkan, yang melewati stasiun aneh dan dimulai dengan langkah pertama dan paling sulit, yaitu penyelundupan sperma ini keluar dari penjara...Kemudian pos pemeriksaan setelah pos pemeriksaan dan sperma melakukan perjalanan melalui kota dan desa sampai mencapai klinik medis yang berspesialisasi dalam inseminasi," kata pembawa acara PA TV pada program bertanggal 24 Juli.
"Itu dimasukkan istri narapidana, diselundupkan ke pagar (penjara) untuk menciptakan kehamilan. Istri tahanan heroik itu membawa dalam kandungannya anak masa depan, salah satu harapan Palestina," lanjut dia.
"Dia sangat senang memiliki seorang putra yang menentang orang Yahudi," imbuh pembawa acara PA TV.
Lihat Juga :