Koma, Mahasiswa AS yang Dihukum Kerja Paksa Dibebaskan Korut

Rabu, 14 Juni 2017 - 01:03 WIB
Koma, Mahasiswa AS yang...
Koma, Mahasiswa AS yang Dihukum Kerja Paksa Dibebaskan Korut
A A A
WASHINGTON - Korea Utara (Korut) telah membebaskan seorang mahasiswa Amerika Serikat (AS) yang dijatuhi hukuman kerja paksa selama 15 tahun karena mencoba mencuri poster propaganda dari hotel di Pyongyang tahun lalu. Namun, mahasiswa itu sudah dalam keadaan koma.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson telah mengonfirmasi pembebasan mahasiswa bernama Otto Warmbier tersebut.

”Atas arahan Presiden, Departemen Luar Negeri telah membebaskan Otto Warmbier dari Korea Utara. Warmbier sedang dalam perjalanan ke AS, di mana dia akan bertemu kembali dengan keluarganya,” kata Tillerson dalam sebuah pernyataan.

Menurut laporan Washington Post yang dikutip Rabu (14/7/2017), Warmbier dijadwalkan tiba di rumahnya di Cincinnati pada Selasa malam waktu setempat. Dia dievakuasi melalui sebuah pangkalan militer AS di Sapporo, Jepang.

Wakil Asisten Menteri Luar Negeri, Joseph Yun, telah melakukan perjalanan ke Pyongyang dengan dokter dengan sebuah pesawat medis militer pada Kamis lalu. Mereka mendarat di Sapporo bersama Warmbier pada Selasa malam waktu Jepang dan dilanjutkan terbang ke Cincinnati.

Orangtua Warmbier kepada AP mengatakan bahwa putra mereka dalam keadaan koma. ”Kami ingin dunia tahu bagaimana kami dan anak kami telah disiksa dan diteror oleh rezim paria di Korea Utara,” kata orangtua Warmbier, Fred dan Cindy Warmbier.

Mereka bersyukur karena pada akhirnya akan bersama dengan putra yang mereka cintai. Washington Post melaporkan bahwa mahasiswa AS itu mengalami koma selama lebih dari satu tahun atau tak lama setelah dia muncul dalam persidangan di Pyongyang tahun 2016.

Menurut informasi yang diterima orangtuanya, Warmbier mengalani keracunan makanan sesaat setelah hadir di persidangan. Dia kemudian minum pil tidur dan tidak pernah terbangun.

Orangtua Warmbier mengatakan bahwa mereka baru mengetahui anak mereka dalam keadaan koma satu minggu yang lalu.
(mas)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
44 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved