Presiden Korsel Perintahkan Penyelidikan Penambahan 4 Peluncur Rudal THAAD

Rabu, 31 Mei 2017 - 08:19 WIB
Presiden Korsel Perintahkan...
Presiden Korsel Perintahkan Penyelidikan Penambahan 4 Peluncur Rudal THAAD
A A A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in, memerintahkan dilakukannya penyelidikan terhadap keberadaan 4 peluncur rudal THAAD. Jae-in mengaku kementerian pertahanan Korsel tidak menginformasikan kepadanya bahwa 4 peluncur THAAD telah diimpor ke negara tersebut.

"Presiden Moon mengatakan sangat mengejutkan mendengar empat peluncur tambahan dipasang tanpa dilaporkan ke pemerintah baru atau ke publik," ujar juru bicara kepresidenan Yoon Young-chan mengatakan pada sebuah media briefing seperti dikutip dari laman Independent, Rabu (31/5/2017).

Baca juga:
Presiden Korsel Terkejut Ada Tambahan 4 Peluncur Rudal THAAD AS


Pihak kantor Moon menyatakan bahwa tambahan empat peluncur rudal canggih Amerika Serikat itu diluar data impor yang dikonfirmasi. Hal itu yang membuat Mooon mengumumkan perintah penyelidikan.

”Presiden Moon memerintahkan untuk mengetahui bagaimana empat peluncur tambahan dibawa ke negara, siapa yang membuat keputusan semacam ini, mengapa hal ini tidak diungkapkan kepada masyarakat dan mengapa hal ini belum dilaporkan ke pemerintahan baru sampai saat ini,” kata Yoon seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap.

”Presiden Moon memerintahkan sekretaris seniornya untuk urusan sipil dan kepala NSO (kantor statistik nasional) untuk menemukan kebenaran di balik rahasia masuknya keempat peluncur tersebut,” ujar Yoon.

Perintah penyelidikan ini datang di tengah tanda-tanda untuk meredakan ketegangan antara Korsel dengan China, mitra dagang utama. Selama masa kampanye presiden lalu, Moon telah meminta parlemen untuk meninjau kembali keberadaan sistem pertahanan udara tersebut. Pasalnya, penempatan THAAD telah memicu kemarahan Beijing.

China menolak penempatan THAAD karena khawatit militer Amerika Serikat (AS) dapat melihat sistem rudalnya. Selain itu penyebaran THAAD di Korsel akan menjadi pintu masuk untuk penyebaran yang lebih luas, mungkin di Jepang dan di tempat lain, kata analis militer.
(ian)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
2 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
3 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
4 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
5 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
6 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
9 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved