Dijanjikan Kerja di Rusia dengan Gaji Rp32 Juta, Remaja Kuba Dikirim ke Garda Depan Perang Ukraina

Selasa, 19 September 2023 - 19:11 WIB
loading...
A A A
Jumlah pasti warga Kuba yang direkrut melalui inisiatif ini masih belum pasti, dengan perkiraan yang diberikan kepada TIME berkisar antara ratusan hingga lebih dari seribu.

Meskipun Kementerian Luar Negeri Kuba menggambarkan upaya perekrutan tersebut sebagai "jaringan perdagangan manusia", empat pakar Kuba dan mantan pejabat AS menyatakan skeptis terhadap TIME.

Mereka mengatakan bahwa pemerintah Kuba, sekutu lama Rusia, mungkin menggunakan bahasa tersebut untuk mempertahankan kesan netral dalam konflik Ukraina.

Terlepas dari sifat atau asal usul perekrutan, terdapat kekhawatiran di AS bahwa pekerja baru seperti Vegas Díaz mungkin telah tertipu untuk menerima tawaran pekerjaan.

Departemen Luar Negeri Kuba mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada TIME bahwa "kami sangat prihatin bahwa generasi muda Kuba mungkin telah ditipu dan direkrut untuk berperang demi Rusia dalam invasi brutal skala penuh ke Ukraina, dan kami terus memantau situasi ini dengan cermat."

Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Insider.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Kerap Cekcok, PM Spanyol...
Kerap Cekcok, PM Spanyol Sanchez dan Trump Bakal Hadiri Final Piala Dunia
Rekomendasi
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Berita Terkini
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved