Pakistan Pasok Senjata ke Ukraina dengan Imbalan Utang IMF Dibantu AS

Selasa, 19 September 2023 - 09:57 WIB
loading...
A A A
Namun, kesepakatan IMF ini harus dibayar mahal karena persyaratannya menetapkan mata uang negara tersebut akan dibiarkan mengambang bebas tanpa campur tangan Bank Negara Pakistan, dan subsidi energi akan ditarik.

Hal ini mengakibatkan krisis energi yang semakin buruk di kalangan penduduk Pakistan, karena harga energi kini telah melonjak hampir 50% di negara yang kekurangan energi tersebut.

Terlepas dari dampak-dampak tersebut, hal ini dipandang sebagai langkah penting untuk menjamin kelangsungan perekonomian Pakistan dalam jangka pendek, dan para ahli memperkirakan akan terjadi kehancuran ekonomi total.

Hal ini pada dasarnya mengurangi tekanan ekonomi, sekaligus memberikan waktu dan kelegaan bagi militer negara tersebut untuk memperkuat kontrol dan meningkatkan tindakan keras terhadap pendukung mantan perdana menteri terguling, Imran Khan.

Menurut The Intercept, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyangkal peran Washington dalam masalah ini, dengan menyatakan, “Negosiasi mengenai tinjauan IMF adalah bahan diskusi antara Pakistan dan pejabat IMF dan AS bukan pihak dalam diskusi tersebut, meskipun demikian kami terus mendorong Pakistan untuk terlibat secara konstruktif dengan IMF dalam program reformasinya.”

Juru bicara IMF, Randa Elnagar, juga membantah IMF mendapat tekanan, dengan mengatakan, “Kami dengan tegas menyangkal tuduhan bahwa ada tekanan eksternal terhadap IMF dengan satu atau lain cara ketika membahas dukungan kepada Pakistan.”

Namun dia tidak mengomentari apakah AS diam-diam memberitahukannya tentang perjanjian Pakistan untuk memasok senjata ke Ukraina.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Penembakan Horor di...
Penembakan Horor di Festival Kuliner Seattle, 3 Orang Tewas
Rekomendasi
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
Anak Ari Lasso Lulus...
Anak Ari Lasso Lulus S1 dari LSE London: Papa Bangga Banget Be
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Berita Terkini
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved