Zelensky Tolak Konsesi Wilayah dengan Rusia, Lanjut Perang Meski Babak-belur

Senin, 18 September 2023 - 17:45 WIB
loading...
Zelensky Tolak Konsesi...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu pasukan di garis depan pertempuran 6 Desember 2021. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak konsesi wilayah apa pun dengan Rusia sebagai bagian dari kemungkinan perjanjian perdamaian.

Dia bersikeras Kiev harus terus melanjutkan serangannya, apa pun cuacanya.

Dalam wawancara dengan CBS News yang dirilis Minggu (17/9/2023), ketika ditanya apakah Ukraina akan menyerahkan wilayahnya kepada Moskow untuk perdamaian, Zelensky menjawab, “Tidak. Ini adalah wilayah kami.”

Namun dia tidak menjelaskan apakah hal ini berlaku untuk Crimea yang mayoritas penduduknya memilih bergabung Rusia dalam referendum pada 2014 setelah kudeta Maidan yang didukung Barat di Kiev.

Ukraina maupun negara-negara Barat yang mendukung Kiev tidak mengakui hasil referendum tersebut.

Zelensky juga mengakui serangan balasan yang dilakukan Kiev, yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, “tidak terlalu cepat.”

Namun demikian, dia mengatakan Ukraina akan terus melanjutkan kegiatannya terlepas dari cuaca apa pun.

“Kami perlu membebaskan wilayah kami sebanyak mungkin dan bergerak maju, meskipun jaraknya kurang dari (setengah mil atau) seratus (yard)… Kami tidak boleh kehilangan waktu. Lupakan cuaca, dan sejenisnya,” tegas dia.

Baca juga: Krasukha, Sistem Peperangan Elektronik Baru Rusia yang Tak Tertandingi

Dia menambahkan, meskipun pasukan darat tidak dapat bergerak, Ukraina akan menggandakan serangan pesawat tak berawak.

Komentar Zelensky muncul setelah laporan Wall Street Journal yang mengatakan pasukan Ukraina tidak hanya akan menghadapi pasukan Rusia yang memiliki pertahanan yang kuat, namun juga hujan dan cuaca dingin yang dapat mengganggu logistik, kemampuan manuver secara keseluruhan, dan menghilangkan segala peluang untuk melakukan terobosan.

Ukraina memulai serangannya pada awal musim panas namun sejak itu kesulitan mendapatkan wilayah yang cukup luas.

Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, sejak dimulainya serangan balasan tersebut, Ukraina telah kehilangan lebih dari 71.000 tentara, 543 tank, dan hampir 18.000 kendaraan lapis baja dari berbagai jenis.

Para pejabat Ukraina telah berulang kali menolak konsesi wilayah apa pun kepada Rusia untuk mengakhiri konflik.

Musim gugur lalu, setelah empat bekas wilayah Ukraina memilih bergabung dengan Moskow dalam referendum, Zelensky menandatangani dekrit yang melarang negosiasi apa pun dengan kepemimpinan Rusia saat ini.

Moskow telah berulang kali mengatakan mereka belum menutup pintu perundingan dengan Kiev.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved