10 Alasan Armenia Meninggalkan Rusia dan Mendekati AS

Minggu, 17 September 2023 - 20:30 WIB
loading...
A A A
Belum jelas apakah upaya Armenia untuk menciptakan kemitraan internasional baru semata-mata dimotivasi oleh upaya Armenia untuk meningkatkan keamanannya, atau apakah upaya ini merupakan poros Barat yang lebih luas.

“Sebagai negara kecil, cukup berisiko bagi Armenia untuk melakukan perubahan arah, sebuah lompatan geopolitik yang besar. Kami tahu risikonya,” kata Anna Ohanyan, pakar kebijakan luar negeri Rusia dan profesor di Stonehill College di Massachusetts, kepada CNN.

Alih-alih berusaha memutuskan hubungan sepenuhnya dengan Rusia, Armenia hanya “menipiskan” pengaruhnya, kata Ohanyan.

Meskipun langkah-langkah yang diambil sejauh ini mungkin sederhana, langkah-langkah tersebut dapat menempatkan Armenia pada jalur yang sulit untuk diubah. “Jika Putin bangun besok dan tiba-tiba mulai menerapkan berbagai jenis kebijakan – dengan memberikan jaminan keamanan khusus – saya rasa kebijakan luar negeri Armenia tidak akan dikalibrasi ulang,” kata Ohanyan.

9. Tidak Ingin Terjebak dalam Konflik Rusia dan NATO

Para pemimpin Armenia bukannya tidak menyadari tantangan yang ada di depan. Berbicara kepada La Repubblica, Pashinyan mengatakan dia khawatir Armenia akan terjebak di tengah-tengah, terjebak di antara Rusia dan Barat.

“Negara-negara atau pakar Barat… mengkualifikasikan Armenia sebagai negara pro-Rusia. Sebaliknya, banyak kalangan di Rusia yang menganggap Armenia atau pemerintahannya… pro-Barat,” ujarnya.

Karena tidak mampu berbuat cukup untuk menyenangkan salah satu pihak, Armenia mungkin mengambil risiko mengasingkan keduanya, sehingga membiarkan dirinya terekspos.

10. Rusia Sudah Tebar Ancaman

Banyak orang di Yerevan sudah mulai takut akan potensi teguran Rusia. Hal ini bisa bersifat ekonomi, karena Rusia mengendalikan sebagian besar perekonomian Armenia, mulai dari telekomunikasi hingga energi.

Kremlin melarang impor produk susu dari Armenia pada bulan April – seolah-olah setelah ditemukan adanya masalah kesehatan, namun Ohanyan menyarankan hal ini sebagai hukuman bagi Yerevan mengingat ratifikasi ICC.

Atau bisa jadi sesuatu yang lebih buruk. “Kita harus ingat bahwa Rusia memiliki potensi destruktif yang sangat besar di kawasan ini,” kata Ter-Matevosyan, merujuk pada pangkalan militer Rusia yang cukup besar di utara Yerevan.

Bagi Ter-Matevosyan, pemerintah Armenia saat ini, yang “akar ideologisnya berasal dari… nilai-nilai liberal Barat,” telah mengambil “momen yang tepat” ini untuk menerapkan “beberapa ide, pemikiran, dan keyakinan mereka yang mereka hargai selama bertahun-tahun.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Berita Terkini
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved