Menlu AS Blinken: Tatanan Dunia Lama telah Berakhir, Rusia dan China Ancaman
Kamis, 14 September 2023 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
China merupakan tantangan jangka panjang terbesar, menurutnya, karena China ingin membentuk kembali tatanan internasional dan mengembangkan kekuatan ekonomi, diplomatik, militer, dan teknologi untuk mewujudkan hal tersebut.
“Beijing dan Moskow bekerja sama untuk membuat dunia aman bagi otokrasi melalui kemitraan ‘tanpa batas’ mereka,” tegas Blinken.
Baca juga: China Rilis Cetak Biru untuk Integrasi dengan Taiwan, Sambil Kepung Pulau dengan Pasukan
Dia mengklaim Rusia dan China telah menggambarkan tatanan yang ada sebagai “pemaksaan Barat,” namun sistem tersebut berakar pada nilai-nilai universal dan diabadikan dalam hukum internasional.
Ironisnya, dia juga menuduh kedua negara tersebut percaya negara-negara besar dapat “mendiktekan pilihan mereka kepada negara lain,” tuduhan yang semakin banyak dilontarkan terhadap Washington.
“Saat Beijing dan Moskow di seluruh dunia mencoba mengubah atau meruntuhkan pilar-pilar sistem multilateral, ketika mereka secara keliru mengklaim tatanan tersebut ada hanya untuk memajukan kepentingan Barat dengan mengorbankan kepentingan negara lain, negara-negara dan rakyat global akan berdiri dan berkata, 'Tidak, sistem yang Anda coba ubah adalah sistem kami. Ini demi kepentingan kami,'” klaim Blinken.
“Beijing dan Moskow bekerja sama untuk membuat dunia aman bagi otokrasi melalui kemitraan ‘tanpa batas’ mereka,” tegas Blinken.
Baca juga: China Rilis Cetak Biru untuk Integrasi dengan Taiwan, Sambil Kepung Pulau dengan Pasukan
Dia mengklaim Rusia dan China telah menggambarkan tatanan yang ada sebagai “pemaksaan Barat,” namun sistem tersebut berakar pada nilai-nilai universal dan diabadikan dalam hukum internasional.
Ironisnya, dia juga menuduh kedua negara tersebut percaya negara-negara besar dapat “mendiktekan pilihan mereka kepada negara lain,” tuduhan yang semakin banyak dilontarkan terhadap Washington.
“Saat Beijing dan Moskow di seluruh dunia mencoba mengubah atau meruntuhkan pilar-pilar sistem multilateral, ketika mereka secara keliru mengklaim tatanan tersebut ada hanya untuk memajukan kepentingan Barat dengan mengorbankan kepentingan negara lain, negara-negara dan rakyat global akan berdiri dan berkata, 'Tidak, sistem yang Anda coba ubah adalah sistem kami. Ini demi kepentingan kami,'” klaim Blinken.
Lihat Juga :