Seberapa Ngerinya Banjir di Libya? 10.000 Orang Dilaporkan Hilang
Rabu, 13 September 2023 - 01:30 WIB
loading...
A
A
A
Dalam makalah penelitian yang diterbitkan tahun lalu, ahli hidrologi Abdelwanees A. R. Ashoor dari Universitas Omar Al-Mukhtar Libya mengatakan banjir berulang di dasar sungai musiman, atau wadi, merupakan ancaman bagi Derna. Dia menyebutkan lima banjir sejak tahun 1942, dan menyerukan tindakan segera untuk memastikan pemeliharaan rutin bendungan tersebut.
“Jika terjadi banjir besar, dampaknya akan menjadi bencana besar bagi masyarakat di wadi dan kota,” kata surat kabar itu.
Paus Fransiskus termasuk di antara para pemimpin dunia yang mengatakan mereka sangat sedih atas kematian dan kehancuran di Libya.
![Seberapa Ngerinya Banjir di Libya? 10.000 Orang Dilaporkan Hilang]()
Foto/Reuters
Libya secara politik terpecah antara timur dan barat dan layanan publik telah berantakan sejak pemberontakan rakyat yang didukung NATO pada tahun 2011 yang memicu konflik antar faksi selama bertahun-tahun.
Pemerintah yang diakui secara internasional di Tripoli tidak mengendalikan wilayah barat tetapi telah mengirimkan bantuan ke Derna, dengan setidaknya satu penerbangan bantuan berangkat dari kota Misrata di bagian barat pada hari Selasa, kata seorang jurnalis Reuters di pesawat tersebut.
Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan puluhan ribu orang mengungsi tanpa kemungkinan untuk kembali ke rumah mereka.
“Tim kami di Libya melaporkan situasi bencana yang menimpa beberapa komunitas paling miskin di sepanjang pantai utara. Seluruh desa dilanda banjir dan jumlah korban tewas terus meningkat,” katanya.
“Jika terjadi banjir besar, dampaknya akan menjadi bencana besar bagi masyarakat di wadi dan kota,” kata surat kabar itu.
Paus Fransiskus termasuk di antara para pemimpin dunia yang mengatakan mereka sangat sedih atas kematian dan kehancuran di Libya.
5. Diperburuk Perang Sipil yang Belum Berakhir

Foto/Reuters
Libya secara politik terpecah antara timur dan barat dan layanan publik telah berantakan sejak pemberontakan rakyat yang didukung NATO pada tahun 2011 yang memicu konflik antar faksi selama bertahun-tahun.
Pemerintah yang diakui secara internasional di Tripoli tidak mengendalikan wilayah barat tetapi telah mengirimkan bantuan ke Derna, dengan setidaknya satu penerbangan bantuan berangkat dari kota Misrata di bagian barat pada hari Selasa, kata seorang jurnalis Reuters di pesawat tersebut.
Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan puluhan ribu orang mengungsi tanpa kemungkinan untuk kembali ke rumah mereka.
“Tim kami di Libya melaporkan situasi bencana yang menimpa beberapa komunitas paling miskin di sepanjang pantai utara. Seluruh desa dilanda banjir dan jumlah korban tewas terus meningkat,” katanya.
(ahm)
Lihat Juga :