14 Ransum Favorit Tentara di Medan Perang, dari Kimchi hingga Pizza

Selasa, 12 September 2023 - 03:05 WIB
loading...
A A A
Bagi orang Rusia, masalahnya bukan pada rasa, melainkan ketersediaan. Tahun lalu, Rusia harus meminta MRE dari China untuk memberi makan pasukannya selama perang melawan Ukraina.

Zhenya Mykhailenko, seorang koki dari Ukraina, mengatakan kepada Financial Times bahwa Rusia memiliki MRE terburuk.

"Bahkan anjing pun tidak memakannya," katanya.

Dia juga mengatakan MRE Perancis adalah yang terbaik dan memiliki sistem pemanas yang unggul, sementara Inggris mempunyai pilihan vegetarian yang buruk untuk tentaranya.

12. Norwegia (Manisan)

14 Ransum Favorit Tentara di Medan Perang, dari Kimchi hingga Pizza

Foto/Reuters

Di Norwegia, tentara diberi makan berbagai macam makanan rebusan – daging sapi, ayam, atau ikan cod – serta nasi, kari ikan, dan protein batangan.

Mereka juga mendapatkan Rowntrees Tooty Fruities, sejenis manisan.

Karena beberapa tentara Norwegia ditempatkan di daerah pegunungan yang membekukan, sup panas adalah suatu keharusan.

Seorang tentara Norwegia memperhatikan seseorang mengalami patah gigi karena memakan salah satu protein batangan karena sangat keras.

13. Australia (Keju)

14 Ransum Favorit Tentara di Medan Perang, dari Kimchi hingga Pizza

Foto/Reuters

Di Australia, tentara diberi makan sandwich dengan selai atau Vegemite, cabai, dan pasta tuna, bersama dengan keju, coklat batangan, minuman ringan, susu kental manis, dan manisan.

Jatah makanan tentara Australia datang dengan lebih banyak makanan manis dibandingkan dengan makanan lainnya.

14. Selandia Baru (Sup Sayuran)

Di Selandia Baru, bukan MRE yang dikeluhkan, namun makanan yang disajikan di fasilitas makan.

Makanannya termasuk sup dan sup sayuran encer. Seorang tentara mengatakan bahwa para tahanan mungkin mendapatkan makan malam yang lebih baik daripada mereka.

Makanan di salah satu fasilitas kamp tentara sangat "menjijikkan" sehingga tentara mengunggahnya di Facebook. Sampai pada titik di mana tentara membeli kompor gas dan membuat makanan sendiri.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved