Haley: China Bunuh Orang AS Lebih Banyak daripada Perang di Irak, Afghanistan, dan Vietnam

Senin, 11 September 2023 - 11:23 WIB
loading...
Haley: China Bunuh Orang AS Lebih Banyak daripada  Perang di Irak, Afghanistan, dan Vietnam
Bakal calon presiden AS Nikki Haley sebut China bunuh orang Amerika lebih banyak daripada perang AS di Irak, Afghanistan, dan Vietnam. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Nikki Haley, mengecam Presiden Joe Biden karena mengirim para menterinya berkunjung ke China.

Dia mengatakan langkah pemerintah Biden itu memalukan AS.

“China telah mempersiapkan perang dengan kami selama bertahun-tahun,” kata Haley kepada Jake Tapper di acara “State of the Union” CNN pada hari Minggu (10/9/2023).

Politisi perempuan ini mengeklaim China telah membunuh orang Amerika lebih banyak daripada tiga perang AS.



“Mereka telah membunuh lebih banyak orang Amerika daripada perang di Irak, perang di Afghanistan dan Vietnam ditambah dengan pengiriman fentanil yang mereka lakukan," papar Haley.

"Maksud saya, berapa banyak lagi yang harus terjadi agar Biden menyadari bahwa Anda tidak mengirim anggota kabinet ke China untuk menenangkan mereka?"

“Anda mulai serius dengan China dan berkata, 'Kami tidak akan menerima hal itu'," papar Haley.

Haley menanggapi pemerintahan Biden yang mengirim Menteri Perdagangan Gina Raimondo, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, dan Menteri Keuangan Janet Yellen berkunjung ke China dalam beberapa pekan terakhir. Itu merupakan upaya pemerintah Biden untuk meningkatkan hubungan AS dengan China.

"Mereka terus mengirimkan pejabat kabinet yang berbeda, Jake, dan itu memalukan," katanya kepada Jake Tapper.

"Anda mengirim Raimondo tepat setelah dia diretas, emailnya diretas oleh pihak China," imbuh Haley, mengutip bagaimana peretas China membobol email Raimondo pada bulan Juli.

Haley berargumentasi bahwa China telah membeli lebih dari 400.000 hektare tanah di AS dan telah mencuri miliaran kekayaan intelektual dari AS, sementara lembaga penegak hukum Amerika menggunakan drone buatan China untuk mengawasi negaranya sendiri.

“Sembilan puluh persen dari drone penegak hukum kita adalah milik China. Jadi, ketika orang Amerika panik dengan balon mata-mata China, bayangkan saja apa yang terjadi dengan banyaknya balon mata-mata ini,” katanya.

Mantan duta besar AS untuk PBB itu menambahkan bahwa Biden harus mengambil pendekatan yang lebih tegas terhadap China dan tidak mengirimkan pejabat untuk “menenangkan” musuh.

“Kita harus mengatakan, ‘Anda tidak akan membeli tanah AS lagi, dan kami akan mengambil kembali tanah yang telah Anda beli'. Kami akan pergi dan memastikan bahwa tidak ada infiltrasi China di universitas-universitas kami karena universitas kami harus memilih antara uang China atau uang Amerika,” kata Haley.

“Kami akan mengakhiri semua hubungan perdagangan normal dengan China sampai mereka berhenti membunuh orang Amerika dengan fentanil. Dan kemudian kami akan membangun militer karena China kini memiliki armada Angkatan Laut terkuat di dunia.”
(mas)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1535 seconds (0.1#10.140)