PM Israel Netanyahu: Tuhan Tidak Selalu Lindungi Yahudi di Ukraina
Senin, 11 September 2023 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan mereka selanjutnya menyatakan bahwa kelangsungan hidup orang-orang Yahudi selama ribuan tahun, dalam menghadapi tantangan yang tak terhitung jumlahnya dan ketika negara-negara kuat lainnya lenyap, membuktikan perlindungan ilahi.
Mereka menambahkan bahwa bimbingan ilahi ini, bagaimanapun, bersyarat pada keimanan dan ketaatan pada Taurat dan perintah-perintah-Nya.
Persatuan Taurat Yudaisme pimpinan Anggota Parlemen Yisrael Eichler mengeluarkan tanggapan terhadap apa yang disebutnya sebagai "kata-kata ketidaktahuan Netanyahu".
"Zionis dan partisan tidak mencegah bencana besar di Eropa. Jerman dihentikan dalam perjalanan menduduki Tanah Israel dengan mukjizat dan bukan karena Zionis," katanya.
Eichler menambahkan bahwa beberapa anggota Judenrat berkolaborasi dengan Nazi dan menuduh para pemimpin Zionis menolak menyetujui rencana penyelamatan Yahudi dari Holocaust.
“Bahkan setelah Holocaust, semua migran Yahudi di diaspora hidup relatif damai dan tenang,” klaim Eichler.
“Hanya di Tanah Israel darah Yahudi ditumpahkan seperti air, sejak saat itu hingga sekarang. Bahaya pemusnahan nuklir hanya mengancam Negara Israel," paparnya.
“Baru-baru ini, ketidakmampuan dan keburukan berhala palsu kekuasaan dan kegagalan pemerintah terungkap dalam Perang Yom Kippur tahun 1973. Para 'jendral' yang merupakan 'pemberontak' saat ini, menghasut perang berdarah di dalam ghetto Yahudi di Tanah Israel. Ketika Anda melihat siapa para jenderalnya, Anda menyadari bahwa hanya dengan mukjizat Hashem, Tuhan Israel, kami dapat bertahan hidup," imbuh dia.
Mereka menambahkan bahwa bimbingan ilahi ini, bagaimanapun, bersyarat pada keimanan dan ketaatan pada Taurat dan perintah-perintah-Nya.
Persatuan Taurat Yudaisme pimpinan Anggota Parlemen Yisrael Eichler mengeluarkan tanggapan terhadap apa yang disebutnya sebagai "kata-kata ketidaktahuan Netanyahu".
"Zionis dan partisan tidak mencegah bencana besar di Eropa. Jerman dihentikan dalam perjalanan menduduki Tanah Israel dengan mukjizat dan bukan karena Zionis," katanya.
Eichler menambahkan bahwa beberapa anggota Judenrat berkolaborasi dengan Nazi dan menuduh para pemimpin Zionis menolak menyetujui rencana penyelamatan Yahudi dari Holocaust.
“Bahkan setelah Holocaust, semua migran Yahudi di diaspora hidup relatif damai dan tenang,” klaim Eichler.
“Hanya di Tanah Israel darah Yahudi ditumpahkan seperti air, sejak saat itu hingga sekarang. Bahaya pemusnahan nuklir hanya mengancam Negara Israel," paparnya.
“Baru-baru ini, ketidakmampuan dan keburukan berhala palsu kekuasaan dan kegagalan pemerintah terungkap dalam Perang Yom Kippur tahun 1973. Para 'jendral' yang merupakan 'pemberontak' saat ini, menghasut perang berdarah di dalam ghetto Yahudi di Tanah Israel. Ketika Anda melihat siapa para jenderalnya, Anda menyadari bahwa hanya dengan mukjizat Hashem, Tuhan Israel, kami dapat bertahan hidup," imbuh dia.
Lihat Juga :