2 Korban Berhasil Diidentifikasi Jelang 22 Tahun Peringatan Tragedi WTC
Minggu, 10 September 2023 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Menurut rilis tersebut, korban pria diidentifikasi melalui tes DNA dari jenazah yang ditemukan pada tahun 2001 dan yang wanita melalui tes DNA dari jenazah yang ditemukan pada tahun 2001, 2006, dan 2013.
"Teknik yang digunakan untuk melakukan identifikasi ini lebih dari dua dekade lalu termasuk teknologi pengurutan generasi berikutnya yang baru diadopsi – lebih sensitif dan cepat dibandingkan teknik DNA konvensional – yang telah digunakan oleh militer AS untuk mengidentifikasi sisa-sisa jasad anggota militer Amerika yang hilang,” terang rilis berita itu.
Meskipun ada kemajuan dalam teknologi DNA, sekitar 40% korban atau sekitar 1.100 orang yang diperkirakan tewas dalam bencana tersebut, masih belum teridentifikasi.
Sebanyak 2.753 orang dilaporkan hilang di Manhattan setelah serangan terhadap WTC. Sertifikat kematian telah dikeluarkan untuk seluruh 2.753 orang, meskipun upaya untuk mencocokkan nama korban dengan sisa-sisa jasad dari situs tersebut terus berlanjut.
Baca Juga: AS Bebaskan Warga Saudi yang Ditahan Dua Dekade di Guantanamo
Dalam siaran persnya, kepala pemeriksa medis Jason Graham menyebut upaya yang sedang berlangsung ini sebagai penyelidikan forensik terbesar dan paling kompleks dalam sejarah Amerika Serikat (AS).
"Teknik yang digunakan untuk melakukan identifikasi ini lebih dari dua dekade lalu termasuk teknologi pengurutan generasi berikutnya yang baru diadopsi – lebih sensitif dan cepat dibandingkan teknik DNA konvensional – yang telah digunakan oleh militer AS untuk mengidentifikasi sisa-sisa jasad anggota militer Amerika yang hilang,” terang rilis berita itu.
Meskipun ada kemajuan dalam teknologi DNA, sekitar 40% korban atau sekitar 1.100 orang yang diperkirakan tewas dalam bencana tersebut, masih belum teridentifikasi.
Sebanyak 2.753 orang dilaporkan hilang di Manhattan setelah serangan terhadap WTC. Sertifikat kematian telah dikeluarkan untuk seluruh 2.753 orang, meskipun upaya untuk mencocokkan nama korban dengan sisa-sisa jasad dari situs tersebut terus berlanjut.
Baca Juga: AS Bebaskan Warga Saudi yang Ditahan Dua Dekade di Guantanamo
Dalam siaran persnya, kepala pemeriksa medis Jason Graham menyebut upaya yang sedang berlangsung ini sebagai penyelidikan forensik terbesar dan paling kompleks dalam sejarah Amerika Serikat (AS).
Lihat Juga :