Iran Ragu Serangan Rudal Penyebab Ledakan Situs Nuklir Natanz

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 01:26 WIB
loading...
A A A
Media itu menyebut akun media sosial Israel mengklaim bahwa negara Yahudi berada di balik insiden itu, tanpa mengidentifikasi akun yang dimaksud.

Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, mengakui bahwa insiden itu menyebabkan kerusakan finansial yang signifikan dan bahwa bangunan itu telah dirancang untuk menghasilkan sentrifugal canggih.

Teheran mengumumkan pada bulan Mei tahun lalu bahwa Iran secara progresif akan menangguhkan komitmen tertentu berdasarkan perjanjian nuklir 2015 dengan negara-negara kekuatan dunia.

Amerika Serikat (AS) secara sepihak meninggalkan perjanjian multinasional itu pada tahun 2018. (Baca juga: NYT: Bom Kuat yang Ditanam Israel Biang Ledakan Situs Nuklir Iran )

Iran memulai kembali pengayaan uranium di Natanz September lalu, meskipun telah menyetujui perjanjian untuk menunda kegiatan tersebut. Teheran selalu membantah program nuklirnya memiliki dimensi militer.

Para pejabat intelijen Timur Tengah yang memiliki pengetahuan tentang ledakan di Natanz mengatakan kepada The New York Times awal bulan Juli bahwa kemungkinan besar itu adalah hasil dari bom yang ditanam Israel di fasilitas itu. Namun, juga bukan tidak mungkin bahwa serangan siber digunakan untuk menyebabkan kerusakan yang menyebabkan ledakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tok! Kakek 61 Tahun...
Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria
Rekomendasi
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
FIFA Ancam Usir Suporter...
FIFA Ancam Usir Suporter Inggris dari Stadion Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved