Mengapa Negara yang Menolak Sanksi Rusia Justru Lebih Untung? Ini Jawabannya
Selasa, 05 September 2023 - 19:50 WIB
loading...
Negara yang menolak sanksi Rusia mendapatkan keuntungan besar. Foto/Reuters
A
A
A
MOSKOW - Negara-negara bisa mendapatkan keuntungan dengan menolak mendukung sanksi Barat terhadap Rusia . Hal itu diungkapkan oleh analis di Bank of Canada dalam sebuah penelitian baru-baru ini.
Dalam penelitian yang dirilis pekan lalu bertajuk 'Sanksi Ekonomi Internasional dan Dampak Negara Ketiga', para ahli membandingkan dampak sanksi terhadap Rusia sebagai negara sasaran, serta dampaknya terhadap Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan Inggris sebagai pihak yang 'memberi sanksi'. dan perekonomian 'pihak ketiga' yang besar, yaitu China, India, dan Turki.
Baca Juga: Menhan Rusia: 66.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Serangan Balasan
Perhitungannya didasarkan pada tiga jenis sanksi: larangan ekspor-impor, pembatasan pasar keuangan, dan embargo energi.
Menurut proyeksi para analis, meskipun sanksi akan mengurangi momentum ekonomi Rusia, dampaknya bergantung pada apakah negara-negara ketiga akan bergabung dengan negara-negara Barat dalam menerapkan pembatasan.
Para peneliti memperkirakan bahwa dengan penerapan sanksi secara simultan oleh negara-negara Barat, PDB Rusia akan menyusut sekitar 4% dibandingkan dengan situasi hipotetis tanpa pembatasan. Namun, mereka mengklaim bahwa jika negara pihak ketiga menerapkan langkah serupa, PDB Rusia akan turun sebesar 9%.
Para analis juga memperkirakan bahwa pembatasan akan menyebabkan penurunan perekonomian negara-negara yang terkena sanksi sebesar 0,8%. Namun, dampak ini akan berlipat ganda jika negara ketiga tidak ikut serta dalam perang sanksi.
Dalam penelitian yang dirilis pekan lalu bertajuk 'Sanksi Ekonomi Internasional dan Dampak Negara Ketiga', para ahli membandingkan dampak sanksi terhadap Rusia sebagai negara sasaran, serta dampaknya terhadap Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan Inggris sebagai pihak yang 'memberi sanksi'. dan perekonomian 'pihak ketiga' yang besar, yaitu China, India, dan Turki.
Baca Juga: Menhan Rusia: 66.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Serangan Balasan
Perhitungannya didasarkan pada tiga jenis sanksi: larangan ekspor-impor, pembatasan pasar keuangan, dan embargo energi.
Menurut proyeksi para analis, meskipun sanksi akan mengurangi momentum ekonomi Rusia, dampaknya bergantung pada apakah negara-negara ketiga akan bergabung dengan negara-negara Barat dalam menerapkan pembatasan.
Para peneliti memperkirakan bahwa dengan penerapan sanksi secara simultan oleh negara-negara Barat, PDB Rusia akan menyusut sekitar 4% dibandingkan dengan situasi hipotetis tanpa pembatasan. Namun, mereka mengklaim bahwa jika negara pihak ketiga menerapkan langkah serupa, PDB Rusia akan turun sebesar 9%.
Para analis juga memperkirakan bahwa pembatasan akan menyebabkan penurunan perekonomian negara-negara yang terkena sanksi sebesar 0,8%. Namun, dampak ini akan berlipat ganda jika negara ketiga tidak ikut serta dalam perang sanksi.
Lihat Juga :