Mengapa Pengungsi Eritrea Mengamuk di Israel? Berikut 4 Alasannya

Selasa, 05 September 2023 - 22:07 WIB
loading...
Mengapa Pengungsi Eritrea...
Pengungsi Eritrea mengganggu keamanan dan ketertiban di Israel. Foto/Reuters
A A A
TEL AVIV - Sejumlah besar pengungsi Eritrea, sebagian mendukung pemerintah negara tersebut dan sebagian lagi menentangnya, berkonflik di jalanan Israel .

Lebih dari 100 orang, termasuk beberapa puluhan petugas polisi, terluka dalam bentrok tersebut, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Jadi siapakah pengungsi Eritrea di Israel, mengapa mereka berperang dan apa rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mereka?

Berikut adalah 4 alasan kenapa pengungsi Eritrea mengamuk di Israel.

1. Pengungsi Eritrea Menghindari Wajib Militer dan Kerja Paksa

Mengapa Pengungsi Eritrea Mengamuk di Israel? Berikut 4 Alasannya

Foto/Reuters

Ribuan warga Eritrea telah tiba di Israel, banyak yang melarikan diri dari kondisi buruk di negara asal mereka.

Eritrea telah berada di bawah pemerintahan Presiden Isaias Afwerki selama lebih dari 30 tahun setelah mantan partisan itu memimpin pasukannya meraih kemenangan yang mengakhiri perang kemerdekaan selama 30 tahun dari negara tetangga Ethiopia.

Pria berusia 77 tahun ini tidak pernah menyelenggarakan pemilu atau membentuk parlemen atau peradilan independen. Dia telah melarang partai politik dan menduduki peringkat sebagai salah satu pemimpin terburuk di dunia dalam hal kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.

Presiden juga memberlakukan wajib militer yang ketat dan sistem kerja paksa, yang telah menyebabkan banyak warga Eritrea mengungsi selama beberapa dekade, beberapa di antaranya bergabung dengan pengungsi Afrika lainnya yang melakukan perjalanan ke Israel.

Sekitar 25.000 pengungsi Afrika diyakini tinggal di Israel, sebagian besar berasal dari Sudan dan Eritrea.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved