Tetangga Indonesia Buka Kedutaan di Yerusalem, Agama Salah Satu Faktor Utamanya
Minggu, 03 September 2023 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus menjalin hubungan dengan Israel. Inilah yang diimpikan orang-orang,” kata Pastor Peter Harut, delegasi PNG untuk Kedutaan Besar Kristen Internasional Yerusalem, sebuah kelompok Zionis Kristen, dalam sebuah wawancara telepon.
Mayoritas negara yang memiliki kehadiran diplomatik resmi di Israel mempunyai kedutaan besar di Tel Aviv, dan hanya Amerika Serikat, Kosovo, Guatemala, dan Honduras yang kedutaannya bermarkas di Yerusalem.
Mengutip akar alkitabiah Yahudi, Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tak terpisahkan. Status tersebut belum mendapat pengakuan luas di luar negeri, dan warga Palestina menginginkan bagian timur kota tersebut—yang direbut Israel dalam perang tahun 1967, dan merupakan lokasi tempat suci utama Yahudi, Kristen, dan Muslim—sebagai ibu kota negara yang mereka harapkan di masa depan.
Sebuah kelompok Zionis yang berbasis di Florida dengan pendeta di PNG menulis surat kepada Marape untuk mengucapkan selamat kepadanya.
Dalam surat yang dilihat oleh Reuters, presiden kelompok tersebut, Dominiquae Bierman, yang telah mengunjungi PNG beberapa kali untuk berkhotbah, mengatakan; "Saya sangat terlibat dalam membawa pesan Alkitab ke negara Anda tentang pentingnya menghormati Israel”.
“Ini termasuk penempatan kedutaan besar semua negara di ibu kota abadi Israel, Yerusalem,” kata Bierman.
Israel belum secara resmi mengumumkan pembukaan kedutaan PNG, namun seorang pejabat Israel mengatakan kepada Reuters bahwa kunjungan Marape akan dilakukan pada tanggal 4-6 September, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menghadiri pembukaannya pada tanggal 5 September.
Mayoritas negara yang memiliki kehadiran diplomatik resmi di Israel mempunyai kedutaan besar di Tel Aviv, dan hanya Amerika Serikat, Kosovo, Guatemala, dan Honduras yang kedutaannya bermarkas di Yerusalem.
Mengutip akar alkitabiah Yahudi, Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tak terpisahkan. Status tersebut belum mendapat pengakuan luas di luar negeri, dan warga Palestina menginginkan bagian timur kota tersebut—yang direbut Israel dalam perang tahun 1967, dan merupakan lokasi tempat suci utama Yahudi, Kristen, dan Muslim—sebagai ibu kota negara yang mereka harapkan di masa depan.
Sebuah kelompok Zionis yang berbasis di Florida dengan pendeta di PNG menulis surat kepada Marape untuk mengucapkan selamat kepadanya.
Dalam surat yang dilihat oleh Reuters, presiden kelompok tersebut, Dominiquae Bierman, yang telah mengunjungi PNG beberapa kali untuk berkhotbah, mengatakan; "Saya sangat terlibat dalam membawa pesan Alkitab ke negara Anda tentang pentingnya menghormati Israel”.
“Ini termasuk penempatan kedutaan besar semua negara di ibu kota abadi Israel, Yerusalem,” kata Bierman.
Israel belum secara resmi mengumumkan pembukaan kedutaan PNG, namun seorang pejabat Israel mengatakan kepada Reuters bahwa kunjungan Marape akan dilakukan pada tanggal 4-6 September, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menghadiri pembukaannya pada tanggal 5 September.
Lihat Juga :