Berjalan dengan Merangkak, Keluarga Ini Bikin Bingung Ilmuwan
Jum'at, 01 September 2023 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
“Tentu saja, ini menyangkut bahasa dan hal-hal lain juga, tapi ini sangat penting bagi perasaan kita bahwa kita berbeda dari orang lain di dunia hewan. Orang-orang ini melewati batas itu,” imbuhnya seperti dilansir dari New York Post, Kamis (31/8/2023).
Keluarga Ulas digambarkan dalam film dokumenter tersebut sebagai “mata rantai yang hilang antara manusia dan kera” – dan sebuah penelitian di Turki menunjukkan bahwa “devolusi” mungkin telah terjadi, membalikkan evolusi yang telah terjadi selama tiga juta tahun.
Namun Humphrey mengecam teori tersebut dalam dokumen BBC, dan menyebutnya sangat menghina dan tidak bertanggung jawab secara ilmiah.
Film dokumenter tersebut juga menegaskan “pentingnya keluarga yang tak terhingga bagi kita semua” dan menyatakan bahwa keluarga itu “seharusnya tidak ada”.
Para peneliti di Universitas Liverpool menemukan bahwa anak-anak yang menjadi pusat penelitian memiliki kerangka yang lebih mirip kera dibandingkan manusia dan memiliki otak kecil yang menyusut, suatu kondisi yang biasanya tidak mempengaruhi kemampuan manusia lain untuk berjalan dengan kedua kakinya, menurut Daily Star.
Namun, ketika kera menggunakan buku jarinya untuk bergerak, manusia menggunakan telapak tangannya, yang menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Keluarga Ulas digambarkan dalam film dokumenter tersebut sebagai “mata rantai yang hilang antara manusia dan kera” – dan sebuah penelitian di Turki menunjukkan bahwa “devolusi” mungkin telah terjadi, membalikkan evolusi yang telah terjadi selama tiga juta tahun.
Namun Humphrey mengecam teori tersebut dalam dokumen BBC, dan menyebutnya sangat menghina dan tidak bertanggung jawab secara ilmiah.
Film dokumenter tersebut juga menegaskan “pentingnya keluarga yang tak terhingga bagi kita semua” dan menyatakan bahwa keluarga itu “seharusnya tidak ada”.
Para peneliti di Universitas Liverpool menemukan bahwa anak-anak yang menjadi pusat penelitian memiliki kerangka yang lebih mirip kera dibandingkan manusia dan memiliki otak kecil yang menyusut, suatu kondisi yang biasanya tidak mempengaruhi kemampuan manusia lain untuk berjalan dengan kedua kakinya, menurut Daily Star.
Namun, ketika kera menggunakan buku jarinya untuk bergerak, manusia menggunakan telapak tangannya, yang menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Lihat Juga :