Serangan Balik Ukraina Makin Menjadi-jadi, Rusia Didesak Luncurkan Serangan Nuklir
Rabu, 30 Agustus 2023 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Penggunaan senjata nuklir telah sering dibahas selama perang Rusia di Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada bulan September 2022 bahwa dia akan siap menggunakan senjata semacam itu untuk mempertahankan wilayah Rusia.
Dalam siaran di Russia-1, tokoh media yang dikenal sebagai corong Kremlin; Vladimir Solovyov, mengatakan kepada rekan-rekan tamunya bahwa dia yakin Rusia harus menyerang Ukraina dengan senjata nuklir.
“Segera setelah mereka [negara-negara Barat] secara resmi mengirimkan [F-16], kami melakukan serangan dengan senjata nuklir taktis,” kata Solovyov.
“Mereka yakin kami tidak akan melakukannya. Itu sebabnya hal itu harus dilakukan.”
Secara terpisah pada hari Selasa, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Alexei Shevtsov mengatakan Rusia mengerahkan senjata nuklir taktis di Belarusia sebagai bagian dari tindakan pembalasan terhadap perilaku agresif negara-negara tetangganya di Barat.
Presiden Putin pertama kali mengumumkan pada 25 Maret bahwa Rusia akan menempatkan senjata nuklir di Belarusia, dan mengatakan tindakan tersebut tidak akan melanggar perjanjian non-proliferasi.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada bulan September 2022 bahwa dia akan siap menggunakan senjata semacam itu untuk mempertahankan wilayah Rusia.
Dalam siaran di Russia-1, tokoh media yang dikenal sebagai corong Kremlin; Vladimir Solovyov, mengatakan kepada rekan-rekan tamunya bahwa dia yakin Rusia harus menyerang Ukraina dengan senjata nuklir.
“Segera setelah mereka [negara-negara Barat] secara resmi mengirimkan [F-16], kami melakukan serangan dengan senjata nuklir taktis,” kata Solovyov.
“Mereka yakin kami tidak akan melakukannya. Itu sebabnya hal itu harus dilakukan.”
Secara terpisah pada hari Selasa, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Alexei Shevtsov mengatakan Rusia mengerahkan senjata nuklir taktis di Belarusia sebagai bagian dari tindakan pembalasan terhadap perilaku agresif negara-negara tetangganya di Barat.
Presiden Putin pertama kali mengumumkan pada 25 Maret bahwa Rusia akan menempatkan senjata nuklir di Belarusia, dan mengatakan tindakan tersebut tidak akan melanggar perjanjian non-proliferasi.
Lihat Juga :