Menlu Retno Serah Terimakan Etty Kepada Pihak Keluarga
Kamis, 30 Juli 2020 - 16:32 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyerah terimakan Etty binti Toyib, WNI yang bebas dari hukuman mati di Arab Saudi beberapa waktu lalu kepada keluarga. Foto/Kemlu RI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia , Retno Marsudi menyerah terimakan Etty binti Toyib kepada pihak keluarga. Etty adalah warga negara Indonesia (WNI) yang bebas dari hukuman mati di Arab Saudi beberapa waktu lalu.
"Etty dan keluarga, proses pembebasan Ibu Etty bukanlah upaya yang mudah. Ini memerlukan proses panjang dan kita patut bersyukur dalam pembebasan ini, banyak pihak yang membantu kita," ucap Retno pada acara serah terima kepada pihak keluarga pada Kamis (30/7/2020).
( Baca juga: Tunggu Lampu Hijau dari Arab, BIJB Siap Terbangkan Jamaah Umrah per September 2020 )
Dia menuturkan bahwa pembebasan Etty bukanlah hal mudah dan melalui banyak proses. Pembebasannya dari hukuman mati, jelas Retno, merupakan bukti bahwa negara berusaha untuk hadir melindungi para WNI di luar negeri.
Retno mengatakan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, oleh karena itu, dia mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan pemerintah Provinsi Jawa Barat atas bantuan untuk pembebasan Etty. "Saya harap kita bisa kembali bekerja sama ke depan lebih baik lagi," ucapnya.
Diplomat senior Indonesia itu kemdian mengingatkan kepada seluruh WNI di luar negeri untuk menghormati hukum di negara lain, termasuk di Saudi. Di mana, dia berharap kejadian seperti Etty tidak lagi terjadi di masa depan.
( Baca juga: Inggris Melatih Mata-mata dari Arab Saudi, Mesir dan UEA )
Sementara itu, pada giliranya, anak Etty, Rosidin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang sudah membantu ibunya selama berada Saudi. "Terima kasih atas semua bantuan, perhatian dan usaha sehingga ibu saya bisa sampai di Indonesia kembali," ungkapnya.
"Etty dan keluarga, proses pembebasan Ibu Etty bukanlah upaya yang mudah. Ini memerlukan proses panjang dan kita patut bersyukur dalam pembebasan ini, banyak pihak yang membantu kita," ucap Retno pada acara serah terima kepada pihak keluarga pada Kamis (30/7/2020).
( Baca juga: Tunggu Lampu Hijau dari Arab, BIJB Siap Terbangkan Jamaah Umrah per September 2020 )
Dia menuturkan bahwa pembebasan Etty bukanlah hal mudah dan melalui banyak proses. Pembebasannya dari hukuman mati, jelas Retno, merupakan bukti bahwa negara berusaha untuk hadir melindungi para WNI di luar negeri.
Retno mengatakan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, oleh karena itu, dia mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan pemerintah Provinsi Jawa Barat atas bantuan untuk pembebasan Etty. "Saya harap kita bisa kembali bekerja sama ke depan lebih baik lagi," ucapnya.
Diplomat senior Indonesia itu kemdian mengingatkan kepada seluruh WNI di luar negeri untuk menghormati hukum di negara lain, termasuk di Saudi. Di mana, dia berharap kejadian seperti Etty tidak lagi terjadi di masa depan.
( Baca juga: Inggris Melatih Mata-mata dari Arab Saudi, Mesir dan UEA )
Sementara itu, pada giliranya, anak Etty, Rosidin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang sudah membantu ibunya selama berada Saudi. "Terima kasih atas semua bantuan, perhatian dan usaha sehingga ibu saya bisa sampai di Indonesia kembali," ungkapnya.
(esn)
Lihat Juga :