15 Fakta Unik tentang Maui, Surga Dunia di Hawaii yang Hancur karena Kebakaran Hutan
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 17:51 WIB
loading...
A
A
A
Daratan kolosal ini disebut Maui Nui. Saat gunung berapi yang membentuk pulau perlahan terkikis dan zaman es berakhir, laut mulai memenuhi dataran rendah pulau. Pulau-pulau itu akhirnya terpisah 200.000 tahun yang lalu.
![15 Fakta Unik tentang Maui, Surga Dunia di Hawaii yang Hancur karena Kebakaran Hutan]()
Foto/madeinmauicountyfestival
Letusan terakhir Molokini terjadi sekitar 230.000 tahun yang lalu. Saat letusan berhenti, Molokini perlahan terkikis ke laut. Saat ini kawah tersebut adalah rumah bagi salah satu terumbu karang paling unik dan semarak di dunia.
Molokini adalah suaka bagi lebih dari 250 jenis ikan dan telah menjadi kiblat bagi perenang snorkel. Kunjungan ke Molokini dengan kapal Kai Kanani adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati kawah. Kai Kanani menawarkan tur snorkeling matahari terbit dan merupakan salah satu kapal pertama yang mencapai kawah di pagi hari.
Baca Juga: 10 Cokelat Termahal di Dunia, Sekotak Seharga Rp22,5 Miliar
![15 Fakta Unik tentang Maui, Surga Dunia di Hawaii yang Hancur karena Kebakaran Hutan]()
Foto/madeinmauicountyfestival
Jalan menuju Hana berkelok-kelok melalui lembah hutan hujan lebat yang dipenuhi air terjun dan tegakan buah. Jalan menuju Hana sering dikatakan lebih tentang perjalanan daripada tujuan, dan dengan 600 tikungan dan 59 jembatan, ini adalah perjalanan sehari penuh.
Pada tahun 1820, Raja Kamehameha II menyatakan Lahaina sebagai ibu kota kerajaan. Lahaina memegang gelar tersebut hingga tahun 1845 ketika ibu kota dipindahkan ke Honolulu.
Meskipun paus dilindungi secara federal dan tidak boleh didekati dalam jarak 1.000 kaki, mereka bisa menjadi makhluk yang membuat penasaran. Dan untuk beberapa alasan, mereka tampaknya sangat tertarik dengan rakit merah khas Redline. Terkadang seekor paus yang ingin tahu akan datang langsung ke perahu untuk menyapa.
![15 Fakta Unik tentang Maui, Surga Dunia di Hawaii yang Hancur karena Kebakaran Hutan]()
Foto/madeinmauicountyfestival
3. Molokini pernah menjadi gunung berapi aktif.

Foto/madeinmauicountyfestival
Letusan terakhir Molokini terjadi sekitar 230.000 tahun yang lalu. Saat letusan berhenti, Molokini perlahan terkikis ke laut. Saat ini kawah tersebut adalah rumah bagi salah satu terumbu karang paling unik dan semarak di dunia.
Molokini adalah suaka bagi lebih dari 250 jenis ikan dan telah menjadi kiblat bagi perenang snorkel. Kunjungan ke Molokini dengan kapal Kai Kanani adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati kawah. Kai Kanani menawarkan tur snorkeling matahari terbit dan merupakan salah satu kapal pertama yang mencapai kawah di pagi hari.
Baca Juga: 10 Cokelat Termahal di Dunia, Sekotak Seharga Rp22,5 Miliar
4. Bisa terbang ke Hana daripada mengemudi di jalan yang berliku.

Foto/madeinmauicountyfestival
Jalan menuju Hana berkelok-kelok melalui lembah hutan hujan lebat yang dipenuhi air terjun dan tegakan buah. Jalan menuju Hana sering dikatakan lebih tentang perjalanan daripada tujuan, dan dengan 600 tikungan dan 59 jembatan, ini adalah perjalanan sehari penuh.
5. Maui adalah rumah bagi banyak iklim mikro yang berbeda.
Hutan hujan lebat, gurun alpine, pegunungan terjal: Maui adalah rumah bagi banyak iklim mikro yang berbeda. Iklim mikro adalah iklim di daerah kecil, khususnya bila berbeda dari iklim di daerah sekitarnya.6. Lahaina pernah menjadi ibu kota Hawaii.
Jauh sebelum Hawaii menjadi negara bagian dan Honolulu dianggap sebagai ibu kota, Lahaina adalah ibu kota Kerajaan Hawaii.Pada tahun 1820, Raja Kamehameha II menyatakan Lahaina sebagai ibu kota kerajaan. Lahaina memegang gelar tersebut hingga tahun 1845 ketika ibu kota dipindahkan ke Honolulu.
7. "Terumbu induk" Maui adalah rumah bagi karang yang berusia lebih dari 1.500 tahun.
Di sisi barat Maui, daerah Olowalu adalah rumah bagi "ibu karang" Maui. Terumbu Olowalu membentang lebih dari 1.000 hektar, dan beberapa kepala karang di sini berusia lebih dari 1.500 tahun.8. Paus bungkuk hanya dapat terlihat pada bulan-bulan musim dingin ketika mereka bermigrasi dari Alaska untuk melahirkan.
Paus bungkuk bermigrasi ke Hawaii setiap musim dingin untuk menghindari perairan es Alaska dan melahirkan di tempat perlindungan yang hangat.Meskipun paus dilindungi secara federal dan tidak boleh didekati dalam jarak 1.000 kaki, mereka bisa menjadi makhluk yang membuat penasaran. Dan untuk beberapa alasan, mereka tampaknya sangat tertarik dengan rakit merah khas Redline. Terkadang seekor paus yang ingin tahu akan datang langsung ke perahu untuk menyapa.
9. Tidak ada yang memakai sepatu di rumahnya di Hawaii.

Foto/madeinmauicountyfestival
Lihat Juga :