Lawan Ancaman China-Korut, AS, Korsel dan Jepang Sepakati Pakta Keamanan Baru
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 20:54 WIB
loading...
A
A
A
Para ahli memuji KTT trilateral dan pakta baru tersebut sebagai terobosan diplomatik yang signifikan dengan potensi untuk memberikan dampak mendalam pada masalah keamanan di Asia Timur.
"KTT ini penting dan bersejarah dalam beberapa hal," kata Jeffrey Hornung, pakar keamanan Asia Timur di Rand.
Meski begitu, menurut Hornung dan pakar lainnya, kerangka itu tidak akan menghentikan Korut untuk melanjutkan pengembangan senjata nuklirnya atau menekan China untuk segera menghentikan dorongannya untuk menegaskan dominasinya di kawasan itu.
“Tapi yang dilakukannya adalah memperkuat kemampuan pencegahan,” kata Hornung.
“Upaya ini melindungi dan bersiap untuk yang terburuk. Jika mereka tidak bisa mendapatkan denuklirisasi Korea Utara, maka AS dan sekutunya lebih siap dan lebih siap untuk merespons,” jelasnya.
Masih harus dilihat bagaimana Pyongyang, Beijing, dan Moskow akan merespons AS yang memperdalam hubungannya dengan dua kekuatan demokrasi di Asia. KTT berlangsung pada saat ketegangan meningkat antara Barat dan Rusia sertan China, sekutu era Perang Dingin yang semakin dekat sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Baca Juga: Jenderal Amerika: AS Siap Bela Sekutu Bahkan Jika Perjanjian Senjata Nuklir Runtuh
"KTT ini penting dan bersejarah dalam beberapa hal," kata Jeffrey Hornung, pakar keamanan Asia Timur di Rand.
Meski begitu, menurut Hornung dan pakar lainnya, kerangka itu tidak akan menghentikan Korut untuk melanjutkan pengembangan senjata nuklirnya atau menekan China untuk segera menghentikan dorongannya untuk menegaskan dominasinya di kawasan itu.
“Tapi yang dilakukannya adalah memperkuat kemampuan pencegahan,” kata Hornung.
“Upaya ini melindungi dan bersiap untuk yang terburuk. Jika mereka tidak bisa mendapatkan denuklirisasi Korea Utara, maka AS dan sekutunya lebih siap dan lebih siap untuk merespons,” jelasnya.
Masih harus dilihat bagaimana Pyongyang, Beijing, dan Moskow akan merespons AS yang memperdalam hubungannya dengan dua kekuatan demokrasi di Asia. KTT berlangsung pada saat ketegangan meningkat antara Barat dan Rusia sertan China, sekutu era Perang Dingin yang semakin dekat sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Baca Juga: Jenderal Amerika: AS Siap Bela Sekutu Bahkan Jika Perjanjian Senjata Nuklir Runtuh
Lihat Juga :