Jenderal Amerika: AS Siap Bela Sekutu Bahkan Jika Perjanjian Senjata Nuklir Runtuh

Jum'at, 18 Agustus 2023 - 04:31 WIB
loading...
Jenderal Amerika: AS...
Komando STRATCOM menyatakan siap membela AS dan sekutunya bahkan jika perjanjian pengurangan senjata nuklir runtuh. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat siap untuk melindungi diri dan sekutunya bahkan jika Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) runtuh. Komitmen ini disampaikan komandan Komando Strategis (STRATCOM) Amerika Jenderal Anthony Cotton.

“Tanggung jawab saya adalah memastikan STRATCOM AS tetap siap untuk mencegah serangan strategis melalui kemampuan tempur global yang aman, terjamin, efektif, dan kredibel, dan ketika diarahkan, siap menang dalam konflik apa pun,” kata Jenderal Cotton kepada Spuntik, Jumat (18/8/2023).

"Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa kami tetap siap untuk membela negara kami dan sekutu serta mitra kami," lanjut Cotton.

Baca Juga: Anak Buah Putin Inspeksi Situs Tes Senjata Nuklir Terkuat Sejagat Tsar Bomba, Ada Apa?

Komentar Jenderal Cotton muncul sebagai respons atas pertanyaan tentang bagaimana Rusia menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian tersebut memengaruhi perencanaan STRATCOM dan apa posisi komando terkait masa depan perjanjian New START.

"Untuk setiap pertanyaan terkait New START, saya merujuk Anda ke Departemen Luar Negeri AS," katanya.

Cotton mengatakan bahwa AS sedang meninjau apakah dapat memenuhi tantangan yang mungkin muncul setelah perjanjian kontrol senjata nuklir New START berakhir pada tahun 2026.

New START adalah perjanjian terakhir yang membatasi persenjataan nuklir antara AS dan Rusia.

Pada bulan Februari tahun ini, Rusia menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian tersebut karena keterlibatan AS dalam perang di Ukraina.

Moskow menghentikan inspeksi di senjata nuklirnya oleh asing dan menghentikan pembaruan atau pemberitahuan data dua kali setahun.

Tiga bulan kemudian, AS mengikuti langkah Rusia.

Namun, kedua belah pihak mengatakan bahwa mereka terus mematuhi batas numerik dalam perjanjian New START.

AS masih ingin mempertahankan perjanjian New START dengan Rusia mengingat bahwa kesepakatan itu adalah untuk kepentingan kedua negara.Itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengawasan Senjata dan Keamanan Internasional Bonnie Jenkins.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved