Arab Saudi Eksekusi Warga AS Bishoy Sharif, Ini Alasannya

Jum'at, 18 Agustus 2023 - 00:49 WIB
loading...
A A A
Sebanyak 73 warga Saudi, tujuh warga Yaman dan satu warga Suriah meninggal dalam eksekusi massal tersebut.

Eksekusi terbaru terhadap seorang warga negara AS terjadi bahkan ketika Arab Saudi mendesak jaminan keamanan yang lebih kuat dari Washington DC.

Beberapa minggu lalu, Mohammed bin Salman bertemu di Jeddah dengan Penasihat Keamanan Nasional Presiden Joe Biden, Jake Sullivan, dalam upaya untuk mempercepat pembicaraan mengenai kesepakatan normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel.

Salah satu tuntutan terbesar Saudi adalah komitmen keamanan formal baru dari AS, termasuk jaminan kuat atas tanggapan AS terhadap setiap agresi Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah meningkatkan penyitaan kapal tanker minyak di dalam dan sekitar Selat Hormuz, pintu gerbang berbentuk U ke Teluk Oman dan Laut Arab yang membawa seperlima produksi minyak dunia.

Militer AS mengatakan Iran telah menyita atau berusaha merampas hampir 20 kapal berbendera internasional di wilayah itu dalam dua tahun terakhir.

Arab Saudi dan sekutu Teluk Washington lainnya—yang bergantung pada jalur pelayaran untuk mengirimkan minyak mereka ke pasar global—telah lama menuntut komitmen keamanan AS yang lebih kuat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved