Australia Minta Maaf pada Indonesia soal Penghinaan Pancasila

Kamis, 09 Februari 2017 - 03:43 WIB
Australia Minta Maaf...
Australia Minta Maaf pada Indonesia soal Penghinaan Pancasila
A A A
JAKARTA - Australia melalui Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Angus Campbell meminta maaf kepada Indonesia soal penghinaan Pancasila di sebuah pangkalan militer di Perth. Australia juga berjanji memberikan hukuman kepada semua personel militer yang terlibat dalam pembuatan materi ofensif yang menyinggung Indonesia.

Campbell mengatakan militer Australia menyampaikan “permintaan maaf dan penyesalan yang mendalam” kepada Indonesia.

Permintaan maaf Australia itu diterima Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo. Meski menerima permintaan maaf dari Australia, Jenderal Gatot belum memutuskan soal nasib kelanjutan kerjasama militer antara kedua negara.

Materi penghinaan Pancasila itu memicu kemarahan Jenderal Gatot pada awal Januari lalu. Materi itu ditemukan seorang instruktur bahasa Indonesia di sebuah kurikulum di Campbell Barracks, pangkalan militer Perth. Materi itu memelesetkan Pancasila menjadi “Pancagila”.

Selain itu juga ada materi soal seruan kemerdekaan bagi Papua Barat. Permintaan maaf pihak Canberra itu ramai dilansir sejumlah media Australia pada Kamis (9/2/2017) yang mengutip pernyataan dari militer Indonesia.

”Jenderal Gatot telah menerima permintaan maaf, dan menyadari bahwa di era persaingan global sekarang, persatuan dan persahabatan diperlukan bagi negara-negara tetangga, tanpa mengesampingkan perbedaan mereka,” tulis media Australia, abc.net.au.

Dalam sebuah pernyataan, Jenderal Gatot menegaskan bahwa rakyat Indonesia rela mati membela ideologi negaranya.

”Pancasila adalah ideologi Indonesia, dan warganya,” bunyi pernyataan Jenderal Gatot. ”Rakyat Indonesia rela mati untuk membela ideologinya, terutama bagi militer, ini adalah masalah yang sangat sensitif dan menyakitkan.”
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
1 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
1 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
3 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
4 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
4 jam yang lalu
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved