HIMARS Amerika di Ukraina Lenyapkan 4 Howitzer Msta Rusia, Para Tentara Moskow Kabur

Selasa, 15 Agustus 2023 - 07:07 WIB
loading...
HIMARS Amerika di Ukraina...
Ukraina rilis video serangan HIMARS pasokan Amerika Serikat telah melenyapkan empat howitzer Msta Rusia di Donetsk. Foto/REUTERS
A A A
KYIV - Kementerian Pertahanan Ukraina telah membagikan rekaman video baru yang menunjukkan serangan HIMARS buatan Amerika Serikat (AS) melenyapkan empat howitzer Msta Rusia di wilayah Donetsk timur.

Kementerian itu, pada Senin pagi, mengatakan empat howitzer self-propelled Msta Rusia dihancurkan oleh tembakan sempurna Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).

Rekaman video, yang diduga diambil dari drone di dekat posisi pasukan Rusia, menunjukkan para tentara Moskow melarikan diri setelah beberapa ledakan.

Kendati demikian, kementerian tersebut tidak merinci kapan atau di mana video itu direkam.

Baca Juga: Kapal Perang Rusia Tembaki Kapal Kargo saat Menuju Ukraina

Ukraina telah berulang kali membagikan rekaman tentang pasukannya menggunakan HIMARS untuk menargetkan posisi Rusia. Menurut Departemen Pertahanan Amerika, senjata itu telah digunakan pasukan Kyiv sejak Juni 2022, dan sejauh ini Washington telah memasok 38 HIMARS beserta amunisinya.

HIMARS dan artileri lainnya termasuk dalam daftar bantuan keamanan Kyiv yang diinginkan dari sekutu Baratnya dan penggunaan artileri yang efektif adalah kunci untuk serangan balasan Ukraina yang sedang berlangsung.

"Artileri sangat penting dalam perang ini," kata Davis Ellison, seorang analis strategis di Hague Center for Security Studies kepada Newsweek, yang dilansir Selasa (15/8/2023).

Kyiv berharap dapat mendorong mundur pasukan Moskow dari garis depan di Ukraina selatan dan timur dalam ofensifnya saat ini, yang sekarang telah berjalan di bulan ketiga.

Belum jelas jenis senjata Msta Rusia mana yang menjadi sasaran HIMARS, tetapi menurut outlet intelijen sumber terbuka Belanda, Oryx, Rusia telah kehilangan total 272 varian Msta sejak pecahnya perang habis-habisan di Ukraina pada Februari 2022.

Pada hari Minggu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pertahanan udaranya telah menembak jatuh delapan proyektil HIMARS.

Pasukan Ukraina melakukan operasi balasan di setidaknya dua bagian garis depan pada hari Minggu, menurut lembaga think tank Institute for the Study of War.

Pasukan kedua kubu juga telah terlibat pertempuran sengit di sekitar pemukiman Urozhzhia, di wilayah Zaporizhzhia, selatan Ukraina.

Vladimir Rogov, seorang pejabat yang ditunjuk Kremlin di Zaporizhzhia yang dianeksasi Rusia, mengatakan pada Minggu pagi bahwa pasukan Ukraina telah maju di sebagian desa.

"Setelah dua minggu pertempuran paling sulit dan berdarah untuk penyelesaian ini, musuh berhasil masuk dan mendapatkan pijakan di bagian utara Urozhizhia," tulis Rogov di Telegram.

"Tentara Rusia terus memegang posisi di bagian selatan pemukiman ini."

Pada Senin pagi, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar mengatakan selama seminggu terakhir, Ukraina memiliki keberhasilan tertentu di Urozhzhia.

Dalam pembaruan operasional pada Senin pagi, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah meluncurkan "beberapa gelombang" rudal jelajah Kalibr dan serangan pesawat tak berawak di Ukraina pada Minggu malam. Kendaraan udara tak berawak diluncurkan dari wilayah Krasnodar Rusia, dan rudal Kalibr dari Laut Hitam.

Menurut Staf Umum, pertahanan udara Ukraina telah menembak jatuh semua 15 drone dan delapan rudal Kalibr.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved