Ribuan Pria Ukraina Ogah Wajib Militer, Pilih Suap Pejabat Militer Rp153 Juta
Minggu, 13 Agustus 2023 - 21:49 WIB
loading...
A
A
A
Kepala pusat perekrutan regional Odessa Evgeny Borisov, yang ditangkap bulan lalu, ternyata menjadi salah satu pejabat paling 'produktif' yang terlibat dalam penghindaran draf. Pejabat itu sekarang diduga mengantongi lebih dari USD5 juta dalam suap.
Borisov mengenakan biaya mulai dari USD2.000 (Rp30 juta) hingga USD10.000 (Rp153 juta) per orang untuk berbagai 'opsi' untuk menghindari wajib militer. Borisov diyakini telah menggunakan uang haram untuk mendanai gaya hidup mewah, dengan keluarganya membeli vila USD4,6 juta di Spanyol Desember lalu, serta aset mewah lainnya.
Selain skandal korupsi yang sedang berlangsung, upaya Ukraina juga dirusak oleh tindakan kekerasan petugas wajib militer. Banyak video mengganggu yang menyoroti teknik Ukraina tertentu muncul online dalam beberapa bulan terakhir, karena Kiev berjuang untuk mengkompensasi kerugian besar yang dilaporkan di medan perang.
Baca Juga: Ukraina Pamer Serangan Drone Kamikaze Hancurkan Terminator-2 Rusia yang Langka
Beberapa video menunjukkan petugas wajib militer mengejar orang-orang secara acak di jalan-jalan untuk memberi mereka pemberitahuan wajib militer, menahan dengan kejam dan bahkan memukuli calon tentara. Banyak dari wajib militer ini dilaporkan terbunuh di garis depan hanya beberapa hari setelah 'direkrut' dengan cara seperti itu.
Borisov mengenakan biaya mulai dari USD2.000 (Rp30 juta) hingga USD10.000 (Rp153 juta) per orang untuk berbagai 'opsi' untuk menghindari wajib militer. Borisov diyakini telah menggunakan uang haram untuk mendanai gaya hidup mewah, dengan keluarganya membeli vila USD4,6 juta di Spanyol Desember lalu, serta aset mewah lainnya.
Selain skandal korupsi yang sedang berlangsung, upaya Ukraina juga dirusak oleh tindakan kekerasan petugas wajib militer. Banyak video mengganggu yang menyoroti teknik Ukraina tertentu muncul online dalam beberapa bulan terakhir, karena Kiev berjuang untuk mengkompensasi kerugian besar yang dilaporkan di medan perang.
Baca Juga: Ukraina Pamer Serangan Drone Kamikaze Hancurkan Terminator-2 Rusia yang Langka
Beberapa video menunjukkan petugas wajib militer mengejar orang-orang secara acak di jalan-jalan untuk memberi mereka pemberitahuan wajib militer, menahan dengan kejam dan bahkan memukuli calon tentara. Banyak dari wajib militer ini dilaporkan terbunuh di garis depan hanya beberapa hari setelah 'direkrut' dengan cara seperti itu.
(ahm)
Lihat Juga :